<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KECENDERUNGAN GAYA HIDUP HEDONISME MAHASISWA ASAL KALIMANTAN TIMUR DI YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102020033</mods:namePart><mods:namePart type="family">Agam Miftahudin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena mahasiswa perantauan asal Kalimantan Timur di Yogyakarta yang memiliki latar belakang kondisi ekonomi daerah yang relatif maju, namun dihadapkan pada biaya hidup di Yogyakarta yang cenderung rendah serta banyaknya fasilitas hiburan. Kondisi tersebut, ditambah dengan kurangnya pengawasan orang tua, berpotensi mendorong mahasiswa mengadopsi gaya hidup hedonisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa asal Kalimantan Timur di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 104 mahasiswa asal Kalimantan Timur yang menempuh pendidikan di Yogyakarta, baik yang tinggal di asrama maupun indekos. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan Skala Kontrol Diri yang mengacu pada teori Averill dan Skala Gaya Hidup Hedonisme yang mengacu pada teori Engel. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan gaya hidup hedonisme. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,725 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 (p &lt; 0,05). Mayoritas subjek memiliki tingkat kontrol diri pada kategori sedang (70%) dan tingkat gaya hidup hedonisme pada kategori sedang (63%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kontrol diri mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan gaya hidup hedonismenya, dan sebaliknya, semakin rendah kontrol diri, maka semakin tinggi tingkat gaya hidup hedonismenya</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">158.3 Psikologi Konseling, Penyuluhan, Bimbingan Konseling</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>