@article{digilib76237, title = {Transformasi Pendidikan Pesantren Berbasis Gender Justice dan Non-Violence Studi Kasus di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia}, author = {- Umamatul Khaeriyah and - Ibi Satibi and - Muhammad Irfai Muslim and - Mahmudah}, publisher = {Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu}, year = {2026}, pages = {55--74}, journal = {Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat}, keywords = {Pendidikan Pesantren, Gender Justice, Nirkekerasan, Pendidikan Islam Transformatif.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76237/}, abstract = {Artikel ini menganalisis transformasi pendidikan di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia dalam membangun model pendidikan berkeadilan gender dan berbasis nirkekerasan (non-violence). Penelitian dilatarbelakangi oleh masih kuatnya budaya patriarkal, praktik kekerasan simbolik, serta keterbatasan akses santri perempuan dalam kepemimpinan di banyak pesantren di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kelembagaan. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Salda{\~n}a melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan-verisikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pesantren mengembangkan kurikulum integratif yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum berbasis nilai ?adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan kar{\=a}mah al-ins{\=a}n (martabat manusia). (2) Implementasi pendidikan karakter berbasis gender diterapkan melalui kegiatan musyawarah santri, pelatihan kepemimpinan setara, dan Unit Pembinaan Karakter Santri (UPKS) sebagai ruang aman dan konseling. (3) Transformasi kultural tampak dari perubahan struktur relasi antara santri lakilaki perempuan, ustaz?ustazah, dan pengasuh yang lebih egaliter, dialogis, dan partisipatif. (4) Secara teologis, pesantren menafsirkan ajaran Islam melalui pendekatan humanis prophetik, menempatkan pendidikan sebagai praktik keadilan sosial (ta{\d h}q{\=i}q al ins{\=a}niyyah) dan internalisasi nilai Islam rahmatan lil ?alamin. Studi ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Tunas Cendekia menjadi model praksis pendidikan Islam progresif yang mengintegrasikan tur{\=a}th (tradisi klasik), kesadaran gender, serta kepedulian sosial-kemanusiaan. Kontribusi penelitian ini memperkaya wacana pendidikan Islam transformatif dan menawarkan kerangka aplikatif untuk pengembangan pesantren inklusif di Indonesia dan dunia Muslim.} }