<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Transformasi Pendidikan Pesantren Berbasis Gender Justice dan Non-Violence Studi Kasus di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Umamatul Khaeriyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ibi Satibi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Irfai Muslim</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mahmudah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Artikel ini menganalisis transformasi pendidikan di Pondok Pesantren Tunas Cendekia &#13;
Cirebon Indonesia dalam membangun model pendidikan berkeadilan gender dan &#13;
berbasis nirkekerasan (non-violence). Penelitian dilatarbelakangi oleh masih kuatnya &#13;
budaya patriarkal, praktik kekerasan simbolik, serta keterbatasan akses santri &#13;
perempuan dalam kepemimpinan di banyak pesantren di Indonesia. Penelitian ini &#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara &#13;
mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kelembagaan. Data dianalisis &#13;
menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, &#13;
penyajian data, dan penarikan-verisikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) &#13;
Pesantren mengembangkan kurikulum integratif yang memadukan ilmu agama dan &#13;
ilmu umum berbasis nilai ‘adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan karāmah al-insān &#13;
(martabat manusia). (2) Implementasi pendidikan karakter berbasis gender diterapkan &#13;
melalui kegiatan musyawarah santri, pelatihan kepemimpinan setara, dan Unit &#13;
Pembinaan Karakter Santri (UPKS) sebagai ruang aman dan konseling. (3) &#13;
Transformasi kultural tampak dari perubahan struktur relasi antara santri lakilaki&#13;
perempuan, ustaz–ustazah, dan pengasuh yang lebih egaliter, dialogis, dan partisipatif. &#13;
(4) Secara teologis, pesantren menafsirkan ajaran Islam melalui pendekatan humanis&#13;
prophetik, menempatkan pendidikan sebagai praktik keadilan sosial (taḥqīq al insāniyyah) dan internalisasi nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Studi ini menyimpulkan &#13;
bahwa Pondok Pesantren Tunas Cendekia menjadi model praksis pendidikan Islam &#13;
progresif yang mengintegrasikan turāth (tradisi klasik), kesadaran gender, serta &#13;
kepedulian sosial-kemanusiaan. Kontribusi penelitian ini memperkaya wacana &#13;
pendidikan Islam transformatif dan menawarkan kerangka aplikatif untuk &#13;
pengembangan pesantren inklusif di Indonesia dan dunia Muslim.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pondok Pesantren</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>