@phdthesis{digilib76266, month = {January}, title = {IMPLEMENTASI ISLAMIC SCHOOL LEADERSHIP FRAMEWORK DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL STRATEGIS KEPALA SEKOLAH (STUDI KASUS PADA 3 LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR ISLAM DI YOGYAKARTA)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104090021 Lutfi Nugraha Putra Pambayun}, year = {2026}, note = {Siti Nur Hidayah, S.Th.I, M.Sc., Ph.D.}, keywords = {Islamic School Leadership Framework (ISLF), Pengambilan Keputusan, Kepala Sekolah, Sekolah Islam.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76266/}, abstract = {Diskursus kepemimpinan pendidikan saat ini masih didominasi oleh paradigma barat yang sering kali bersifat culture-blind dan kurang mengakomodasi nilai-nilai spiritualitas Islam. Untuk menjawab ketimpangan literatur tersebut, Melanie C. Brooks dan Agus Mutohar (2018) kemudian menawarkan sebuah kerangka konseptual baru yang disebut Islamic School Leadership (ISLF). Adanya penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana persepsi tentang prinsip ajaran Islam, kepemimpinan, pendidikan, dan budaya mendasari kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, bagaimana implementasi siklus Islamic School Leadership Framework serta bagaimana implikasi kedua hal tersebut dalam proses pengambilan keputusan oleh kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Studi kasus dipilih karena mampu memberikan data yang mendalam, intensif dan rinci mengenai suatu peristiwa. Penelitian dilaksanakan di tiga sekolah Islam di Yogyakarta, yaitu SDIT Ukhuwah Islamiyah, MI Ma?arif Bego, dan SD Muhammadiyah Sambisari. Subjek penelitian meliputi tiga kepala sekolah sebagai aktor kunci dan tiga orang guru sebagai sumber perspektif tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kepala sekolah terhadap empat domain keyakinan yaitu Islam, pendidikan, kepemimpinan, dan budaya memiliki hubungan hierarkis, di mana keyakinan terhadap islam berfungsi sebagai fondasi utama yang menjiwai domain lainnya. Implementasi siklus praktis ISLF (Na{\d s}{\=i}{\d h}ah, Sy{\=u}r{\=a}, Ma{\d s}la{\d h}ah, Amr bi al-Ma?r{\=u}f wa Nahy ?an al-Munkar, {\d H}isbah, Tafakkur) di lapangan bersifat adaptif dan fleksibel sesuai dengan karakteristik lembaga. Selain enam nilai tersebut, penelitian ini menemukan empat nilai tambahan yang memperkuat alur pengambilan keputusan di lapangan, yaitu Tabayyun, keteladanan, sabar, dan itq{\=a}n. Penelitian ini juga menegaskan bahwa implementasi ISLF membawa implikasi manajerial yang beragam: penguatan karakter dan kepercayaan guru di SDIT Ukhuwwah Islamiyah; pembentukan habituasi dan karakter cinta lingkungan di MI Ma?arif Bego; serta kedisiplinan dan keunggulan ekstrakurikuler di SD Muhammadiyah Sambisari. Secara keseluruhan, ISLF terbukti merupakan kerangka kerja yang relevan dan aplikatif untuk menganalisis kepemimpinan pendidikan dalam konteks masyarakat Indonesia melalui pendekatan nilai-nilai keislaman. Kata Kunci: Islamic School Leadership Framework (ISLF), Pengambilan Keputusan, Kepala Sekolah, Sekolah Islam.} }