%0 Thesis %9 Skripsi %A Ananta Rahman, NIM.: 21104010011 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2025 %F digilib:76268 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K strategi pembelajaran; akhlak sosial; guru PAI; tunagrahita %P 126 %T STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK SOSIAL SISWA TUNAGRAHITA DI SLB TUNAS KASIH ABCD DONOHARJO SLEMAN TAHUN AJARAN 2025/2026 %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76268/ %X Pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara, termasuk anak berkebutuhan khusus seperti tunagrahita yang memerlukan pendekatan khusus dalam proses pembelajaran. Anak tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual yang berdampak pada kemampuan berpikir, komunikasi, dan interaksi sosial, sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka. Berdasarkan hasil observasi awal di SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo Sleman, masih ditemukan permasalahan akhlak sosial pada siswa tunagrahita, seperti kesulitan berkomunikasi dengan sopan, rendahnya pengendalian emosi, kurangnya empati, enggan bekerja sama, dan belum konsisten menerapkan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan perlunya pembinaan akhlak sosial yang terstruktur dan konsisten. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting tidak hanya dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membina akhlak sosial siswa melalui pendekatan dan pembiasaan yang tepat. Penelitian ini difokuskan pada strategi guru PAI dalam membina akhlak sosial siswa tunagrahita di SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo Sleman Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru PAI dalam membina akhlak sosial siswa tunagrahita, dengan fokus pada metode, pendekatan, dan bentuk pembiasaan yang digunakan, baik di dalam proses pembelajaran maupun aktivitas sehari-hari di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak sosial dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, serta penguatan positif berupa penghargaan dan hukuman yang bersifat mendidik. Guru PAI juga menerapkan metode kontekstual dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi siswa. Strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan perilaku sosial positif seperti saling membantu, sopan santun, dan tanggung jawab. Keberhasilan pembinaan akhlak sosial siswa tunagrahita sangat dipengaruhi oleh ketepatan strategi yang digunakan serta konsistensi guru dalam penerapannya secara berkelanjutan. %Z Yuli Kuswandari , S.Pd., M.Hum.