<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SYARi'AH MOVEMENTS IN COMPARASION SOUTH SULAWESI AND WEST JAVA PROVINCE</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ahmad Anfasul Marom</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Paper ini mencoba mengkaji tumbuh kembangnya Perda (Peraturan &#13;
Daerah) Syatiat Islam di Indonesia masa kini. Sebagaimana kita ketahui, se.Jak &#13;
lengsernya Presiden Soeharto (1998), gerakan muslim politik menemukan &#13;
momentumnya untuk tampil dalam panggung politik nasional. Dari tahun 1999&#13;
2002, tiga partai Islam (PPP, PBB, dan PK) berusaha keras memperjuangkan &#13;
masuknya kembali tujuh kata Piagam Jakarta dalam amandemen UUD 1945. &#13;
Mereka secara intensif be1juang dari dalam parlemen. Pada waktu yang sama, &#13;
usaha mereka juga didukung penuh oleh kelompok Islam radikal dan· luar &#13;
parlemen seperti HTI dan MMI. Jika sebelumnya mereka menuntut penerapan &#13;
.&#13;
r&#13;
yariah di level nasional, saat ini mereka berusaha melakukannya di level daerah. &#13;
Ini terbukti dati adanya penerapan perda .ryariah di beberapa wilayah yang &#13;
mayoritas penduduknya muslim seperti Bulukumba, Gowa, Maros, umbok, &#13;
Pamekasan, Cian.Jur, Indramayu, Tasikmalaya, Padang, Ba'!/armasin, dan &#13;
Nanggro Aceh Darussalam. Kajian ini mencoba membandingkan dua provinsi &#13;
yang mayoritas penduduknya muslim, yaitu Sulawesi S elatan dan J awa Bara! &#13;
yang sudah menerapkan perda .ryatiah sejak tahun 2001.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Politik Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2011</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>