<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TRADISI SALAT ISYRAQ DI DESA PURWODADI 13 A KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH (Kajian Living Hadis)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 18105050087</mods:namePart><mods:namePart type="family">Abiyu Ahmad Abror Najib</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tradisi keagamaan berbasis hadis sering kali hidup dalam bentuk praktik kolektif masyarakat. Salah satunya adalah salat sunah Isyraq, yaitu salat dua rakaat setelah terbit matahari, yang dalam hadis disebut memiliki pahala setara dengan ibadah haji dan umrah.&#13;
Penelitian ini mengkaji tradisi pelaksanaan salat sunah Isyraq di Desa Purwodadi 13 A sebagai bentuk aktualisasi hadis dalam kehidupan masyarakat, melalui kajian living hadis. Latar belakang munculnya tradisi ini berawal dari tertundanya ibadah haji akibat pandemi COVID-19, yang mendorong masyarakat mencari ibadah alternatif dengan keutamaan setara haji. Berdasarkan hadis riwayat at-Tirmidzi, salat Isyraq diyakini memiliki nilai spiritual tinggi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman masyarakat terhadap hadis salat Isyraq serta bagaimana implikasinya terhadap peningkatan spiritualitas mereka.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi salat Isyraq dilaksanakan secara rutin setiap minggu pagi oleh jamaah Masjid Al-Muttaqin dengan antusiasme yang meningkat dari waktu ke waktu. Tradisi ini tidak hanya memperkuat spiritualitas individu, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan dan harmoni sosial. Salat sunah Isyraq menjadi salah satu praktik living hadis yang berhasil dihidupkan dalam masyarakat desa tanpa paksaan, melainkan melalui kesadaran kolektif yang tumbuh dari pemahaman dan keyakinan terhadap keutamaan ibadah tersebut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.21 Ilmu Hadis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>