@phdthesis{digilib76288, month = {March}, title = {POLA INTERAKSI SOSIAL PENDAMPING DAN WARGA BINAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA DAN LARAS}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 19105040046 Muhammad Arif Nur Rohman}, year = {2026}, note = {Nur Afni Khafsoh, M.Sos.}, keywords = {Interaksi Sosial, Pendampingan, Warga Binaan, Rehabilitasi Sosial}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76288/}, abstract = {Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sering mengalami stigma dan kesulitan dalam berinteraksi sosial di masyarakat, sehingga berdampak pada terganggunya fungsi sosial. Kondisi ini menjadikan ODGJ membutuhkan pendampingan melalui lembaga rehabilitasi sosial. Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Yogyakarta merupakan salah satu lembaga yang memberikan layanan rehabilitasi bagi ODGJ. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala dalam proses pendampingan dan interaksi sosial antara pendamping dan warga binaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pendampingan rehabilitasi serta pola interaksi sosial antara pendamping dan warga binaan ODGJ di BRSBKL. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pendampingan rehabilitasi serta pola interaksi sosial antara pendamping dan warga binaan ODGJ di BRSBKL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pekerja sosial, pramu sosial, serta warga binaan ODGJ. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori Pattern Variables Talcott Parsons untuk melihat orientasi nilai dan peran yang muncul dalam interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendampingan rehabilitasi di BRSBKL dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan asesmen, perencanaan, pelaksanaan, hingga resosialisasi, dengan layanan berupa bimbingan fisik, mental, psikososial, keterampilan, dan keagamaan. Interaksi sosial antara pendamping dan warga binaan berlangsung dalam bentuk formal dan nonformal, dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kondisi psikologis dan tingkat kemandirian warga binaan. Dalam praktiknya, pola interaksi tersebut mencerminkan orientasi nilai Pattern Variables Talcott Parsons, yaitu Affective Neutrality melalui hubungan profesional, Collective-Orientation yang mengutamakan kepentingan bersama, Universalism dalam perlakuan yang tidak membedakan latar belakang, Specificity yang berfokus pada tujuan rehabilitasi, serta Performance yang menilai perkembangan berdasarkan capaian warga binaan. Meskipun demikian, masih terdapat hambatan berupa perbedaan tingkat partisipasi serta belum optimalnya identifikasi minat warga binaan. Secara keseluruhan, interaksi sosial yang terjalin berperan penting dalam mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi sosial warga binaan ODGJ.} }