@mastersthesis{digilib76293, month = {March}, title = {ANALISIS WACANA KRITIS PENGGUNAAN HADIS SEBAGAI MEDIA KRITIK PEMERINTAH DALAM PODCAST ESCAPE}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205032041 Rasmi Azizah}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, S.Th.I., M.A.}, keywords = {Hadis Media, Transformasi Fungsi Hadis, Podcast Escape}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76293/}, abstract = {Fenomena penyebaran hadis di media sosial menunjukkan terjadinya perubahan pada otoritas hadis. hadis yang selama ini diposisikan sebagai rujukan normatif, kini mengalami pergeseran fungsi menjadi instrumen legitimasi dalam berbagai wacana sebagai pembentuk opini publik. Otoritas hadis tidak lagi disampaikan terbatas oleh ulama atau lembaga keagamaan formal, tetapi telah berpindah pada kreator, influencer, dan komunitas digital. Hal ini terjadi pada tayangan Podcast Escape dalam platform YouTube, memanfaatkan hadis sebagai penguat argumentasi dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Penggunaan hadis disampaikan dalam format percakapan yang santai, potongan video direproduksi diberbagai platform media sosial, sehingga meningkatkan viralitas pada penyebaran hadis. Penelitian ini bertujuan menganlisis Podcast Escape yang menggunakan hadis dalam mengkonstruksi wacana khususnya dalam kritik terhadap pemerintah. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana narasi hadis disajikan dalam mengkritik pemerintah pada Podcast Escape? (2) Bagaimana validitas hadis-hadis pada Podcast Escape dari sisi sanad dan matan? dan (3) Mengapa hadis-hadis di Podcast Escape banyak dipakai untuk mengkritik pemerintah? Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif yang tergolong pada studi kepustakaan (library research) dan netnografi (netnography). Data utama berupa video Podcast Escape pada akun YouTube Raymond Chin yang ditayangkan selama bulan Ramadhan 1446 H atau bertepatan dengan bulan Maret 2025 M. Analisis data menggunakan pendekatan emic-etic untuk memahami praktik penggunaan hadis dari persperktif pelaku sekaligus menelusuri sumber validitas hadis, dengan menggunakan aplikasi seperti Maktabah Syamilah dan J{\=a}mi?al-Kutub al-Tis?ah. Kerangka teoritis utama yang digunakan penelitian ini adalah analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk yang mencakup dimensi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial, untuk melihat sejauh mana hadis bekerja dalam ruang wacana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis dalam Podcast Escape digunakan sebagai legitimasi atas wacana yang dibangun. Penggunaan hadis dalam Podcast Escape sebagai media kritik terhadap pemerintah, ditemukan sebanyak sembilan hadis yang mencakup tema ketidakadilan atau kezaliman, keadilan, kerusakan, tambang garam, penghapusan pajak, pembagian sumber daya alam, memilih imam sholat, hak orang lain, serta menegur pemimpin. Validitas dan ketepatan rujukan hadis larangan kezaliman/ ketidakadilan, keutamaan keadilan pemimpin, kerusakan, tata cara pemilihan imam, serta hak orang lain. Hadis-hadis pada tema tersebut diriwayatkan dalam kitab {\d S}a{\d h}{\=i}{\d h} al-Bukh{\=a}r{\=i} dan {\d S}a{\d h}{\=i}{\d h} Muslim. Sedangkan hadis tentang tambang garam, menghilangkan pajak, pembagian sumber daya, serta menegur pemimpin zalim, memiliki variasi kualitas hadis. Penggunaan hadis yang sering dijadikan sebagai penguat argumen terjadi karena adanya keterhubungan antara wacana yang dibangun, kognisi sosial penutur, serta konteks sosial yang melatarbelakanginya. Hadis berfungsi sebagai legitimasi normatif yang menghubungkan realitas kebijakan dan sistem kekuasaan dengan nilai-nilai Islam.} }