<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI ISLAM WASATHIYAH DALAM&#13;
PODCAST “OBROLAN DI ATAS JAM 12” RISYAD &amp;&#13;
SON BERSAMA HABIB JA’FAR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102010063</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kartika Maharani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena pemikiran Islam moderat (wasathiyah) sering kali diperbincangkan&#13;
akhir-akhir ini. Munculnya hal tersebut karena adanya tanggapan terhadap kondisi&#13;
yang dianggap radikal, dan berbau kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui bagaimana Islam wasathiyah direpresentasikan dalam podcast obrolan&#13;
di atas jam 12 Risyad and Son bersama Habib Ja’far. Penelitian ini menggunakan&#13;
jenis penelitian analisis kualitatif, dengan paradigma konstruksionis, metode&#13;
analisis semiotika Roland Barthes, yang meliputi tiga tingkat pemaknaan: denotasi,&#13;
konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini diperoleh tiga mitos, yaitu pada mitos&#13;
pertama menunjukkan bahwa toleransi yang ada di indonesia memiliki prinsip yang&#13;
kokoh, dengan adanya persatuan, keberagaman, dan kekompakan serta Islam&#13;
wasathiyah merupakan ajaran yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.&#13;
Mitos kedua dari penelitian ini ialah bahwa Islam mengajarkan sikap toleransi yang&#13;
sangat luas, mengenali batasan, serta berkomitmen pada prinsip agama. Kemudian&#13;
mitos ketiga yaitu bahwa untuk menjadi umat muslim yang moderat harus tetap&#13;
berbudaya, memiliki prioritas, bersikap lebih terbuka terhadap segala sesuatu&#13;
terutama dalam hal kebaikan, serta selalu menghargai adanya perbedaan. Dalam&#13;
penelitian ini mendapatkan temuan baru bahwa toleransi didunia populer itu tidak&#13;
hanya harus memiliki prinsip yang kokoh, dan tidak hanya berbudaya lokal tetapi&#13;
pengetahuan baru yang penulis temukan ialah bahwa toleransi itu juga butuh&#13;
batasan yang jelas.&#13;
Kata Kunci: Representasi, Islam Wasathiyah, Semiotika Roland Barthes,&#13;
Media Sosial, Youtube.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>