<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102020022</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pipit Cahyarini Khalil</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Mahasiswa tingkat akhir yang menyusun skripsi kerap menghadapi tuntutan akademik, tekanan waktu, dan stres yang dapat menghambat penyelesaian studi. Resiliensi akademik diperlukan agar mahasiswa mampu bertahan, bangkit, dan tetap produktif ketika menghadapi hambatan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh self-regulated learning (SRL) terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional non-eksperimental. Populasi adalah mahasiswa tingkat akhir aktif yang sedang menyusun skripsi (N=2.819) dengan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-regulated learning berbasis fase Zimmerman (forethought, performance, dan self-reflection) yang setelah uji validitas menjadi 23 aitem (Cronbach’s Alpha = 0,885) serta skala resiliensi akademik Four Cs dari Martin &amp; Marsh (confidence, control, composure, dan commitment) sebanyak 24 aitem (Cronbach’s Alpha = 0,912). Kedua instrumen menggunakan skala Likert 5 pilihan respons (STS–SS). Analisis data meliputi korelasi Pearson dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Tingkat self-regulated learning responden berada pada kategori tinggi, sedangkan resiliensi akademik pada kategori sedang. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-regulated learning dan resiliensi akademik (r = 0,665; p &lt; 0,001). Hasil regresi menunjukkan self-regulated learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi akademik (F = 164,551; p &lt; 0,001; B = 0,862; p &lt; 0,001) dengan kontribusi sebesar 44,2% (R² = 0,442).&#13;
Kata kunci: Mahasiswa Tingkat Akhir, Resiliensi Akademik, Self-Regulated Learning, Skripsi</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Bimbingan dan Konseling Islam </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>