<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Penelitian Keterampilan Sosial Pustakawan pada Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi  Narrative Literature Review</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kerisman Halawa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Anis Masruri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Layanan perpustakaan perguruan tinggi yang efektif dan efisien, otomatis kebutuhan informasi &#13;
pemustaka terpenuhi apabila pustakawan memiliki keterampilan sosial selain keterampilan teknis. &#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keterampilan sosial pustakawan terhadap layanan &#13;
informasi perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature &#13;
Review. Pengumpulan data penelitian, penulis menggunakan Publish or Perish atau PoP dengan database &#13;
jurnal Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian “keterampilan sosial pustakawan” &#13;
dengan batasan tahun publikasi 2020-2025. Hasil pencarian 200 artikel dengan hasil skrining artikel yang &#13;
terpilih sebanyak 10 dengan kriteria artikel jurnal yang terakreditasi Kemdiktisaintek. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa keterampilan sosial pustakawan yang meliputi komunikasi interpersonal, empati, &#13;
afektif sangat penting dan berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan, citra, kinerja &#13;
pustakawan, loyalitas pemustaka, minat kunjung pemustaka, kenyamanan pemustaka serta berdampak &#13;
bagi masyarakat secara inklusi. Penelitian keterampilan sosial pustakawan banyak diteliti dengan metode &#13;
penelitian kualitatif, studi kepustakaan (library research) dan kajian literature review. Kesimpulan dari &#13;
penelitian ini adalah kemampuan komunikasi pustakawan merupakan dasar strategis dalam menciptakan &#13;
service excellent selain ketersediaan koleksi dan fasilitas perpustakaan. Pada aspek tema penelitian &#13;
semuanya saling berkaitan sedangkan aspek metode memiliki perbedaan namun dapat mengidentifikasi &#13;
masalah, menemukan, menganalisa dan menghasilkan temuan. Selanjutnya aspek hasil penelitian &#13;
memiliki kesamaan dan keterkaitan. Akan tetapi, penulis menemukan point penting dari literatur yang &#13;
dianalisis yang jarang dikaji adalah penampilan pustakawan. Penulis berargumen bahwa penampilan &#13;
pustakawan menjadi kata kunci yang penting dalam temuan dari kajian literatur ini selain subjek utama &#13;
keterampilan sosial pustakawan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">pustakawan, Layanan Perpustakaan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>CV. DAS Mitra Edukasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>