relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76324/ title: STRATEGI JURNALISTIK SYEKH ABDULLAH QUILLIAM DALAM MENGHADAPI SENTIMEN ANTI-ISLAM DI INGGRIS TAHUN 1887-1908 M creator: Sulaiman Muhammad Adzkiya, NIM.: 21101020006 subject: 922 Biografi Tokoh Agama description: Islam merupakan agama minoritas di Inggris, sehingga toleransi agama dan pemahaman terhadap agama-agama non-Kristen masih terbatas pada beberapa kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, umat Islam sering kali menghadapi stereotipe dan prasangka negatif yang dipicu oleh sentimen anti-Islam serta kebijakan kolonial sehingga memengaruhi kehidupan umat Islam dan persepsi terhadap Islam di Inggris. Di tengah dinamika Islam di Inggris yang cenderung memburuk, William Henry Quilliam seorang keturunan asli Inggris yang masuk Islam pada 1887, berperan signifikan dalam menyebarkan dan memperjuangkan agama Islam. Quilliam menggunakan media cetaknya untuk melawan stereotipe negatif tentang Islam, mempromosikan pemahaman yang lebih baik, dan membentuk persepsi publik terhadap Islam di Inggris. Penelitian ini membahas strategi penggunaan media dan aktivitas jurnalistik oleh Quilliam dalam menyebarkan ajaran Islam dan menghadapi stereotipe negatif di Inggris pada tahun 1887-1908. Syekh Abdullah Quilliam banyak menyisipkan nilai-nilai Islam di berita yang ia tulis, sehinggamembentuk persepsi publik yang lebih positif terhadap Islam melalui tulisannya. Penelitian ini menggunakan konsep jurnalistik untuk memahami teknik komunikasi massa yang digunakan Quilliam dan teori framing sebagai alat analisis. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang mencakup empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menjelaskan bahwa Quilliam secara efektif menggunakan media cetak, seperti buku The Faith of Islam serta majalah The Crescent, sebagai sarana dakwah dan alat perlawanan terhadap stereotipe Islam. Dalam tulisannya, ia menekankan kesamaan nilai-nilai Islam dan Kristen, dengan menerapkan pendekatan apologetika untuk menarik perhatian masyarakat Inggris. Namun, upaya Quilliam menghadapi tantangan besar, termasuk meningkatnya Islamofobia akibat kebijakan kolonial, propaganda media, serta tekanan sosial dan politik. Pada tahun 1900-1908, ia menyesuaikan strategi jurnalistiknya dengan menggunakan pendekatan sarkasme dan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah Inggris serta menunjukkan dukungan terbuka terhadap Kesultanan Ottoman. Meskipun langkah-langkah ini mendapat respons beragam, tekanan yang semakin besar menyebabkan menurunnya pengaruh gerakannya. Kepergiannya ke Istanbul pada tahun 1908 menandai akhir dari kiprahnya di Inggris, tetapi warisannya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Islam di Inggris. date: 2025-03-19 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76324/1/21101020006_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76324/2/21101020006_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Sulaiman Muhammad Adzkiya, NIM.: 21101020006 (2025) STRATEGI JURNALISTIK SYEKH ABDULLAH QUILLIAM DALAM MENGHADAPI SENTIMEN ANTI-ISLAM DI INGGRIS TAHUN 1887-1908 M. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.