<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>GAMBARAN SELF-DISCLOSURE PEREMPUAN GENERASI Z DI MASA DEWASA AWAL YANG MENGGUNAKAN MULTIPLE ACCOUNTS INSTAGRAM</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21107010078</mods:namePart><mods:namePart type="family">Noviana Dyah Ayu Safitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Instagram telah menjadi bagian penting dalam kehidupan Generasi Z, khususnya perempuan pada&#13;
masa dewasa awal, sebagai sarana komunikasi sekaligus ruang pengungkapan diri (self-disclosure).&#13;
Kebutuhan untuk menyesuaikan keterbukaan diri dengan konteks dan audiens mendorong&#13;
munculnya fenomena penggunaan multiple accounts Instagram sebagai strategi pengelolaan privasi&#13;
dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-disclosure perempuan Generasi Z&#13;
di masa dewasa awal yang menggunakan multiple accounts Instagram. Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi terhadap tiga informan perempuan Generasi Z&#13;
yang aktif menggunakan lebih dari satu akun Instagram. Data dikumpulkan melalui wawancara&#13;
semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multiple&#13;
accounts memungkinkan penyesuaian tingkat keterbukaan diri berdasarkan audiens, tujuan&#13;
komunikasi, dan kebutuhan psikologis. Akun utama cenderung digunakan untuk menampilkan citra&#13;
diri yang lebih publik dan terkontrol, sedangkan akun tambahan menjadi ruang yang lebih privat&#13;
untuk mengekspresikan diri secara lebih autentik. Temuan ini menunjukkan bahwa self-disclosure&#13;
perempuan Generasi Z di Instagram merupakan proses yang selektif dan strategis, serta dipengaruhi&#13;
oleh kebutuhan akan ekspresi diri, rasa aman, dan pengelolaan privasi di ruang digital.&#13;
Kata kunci: Self-disclosure, Generasi Z, Instagram, multiple accounts</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi Remaja</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>