<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERAN DAN TANTANGAN GURU LAKI-LAKI&#13;
DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24204031009</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putri Harianti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Minimnya keterlibatan laki-laki dalam profesi guru Pendidikan Anak Usia&#13;
Dini merupakan fenomena yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia.&#13;
Padahal, keberadaan guru PAUD laki-laki memiliki potensi strategis dalam&#13;
mendukung perkembangan anak secara holistik serta menciptakan keseimbangan&#13;
gender dalam lingkungan pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada&#13;
pembahasan peran, tantangan, dan dampak keberadaan guru PAUD laki-laki yang&#13;
dikaji secara terpadu.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAUD laki-laki,&#13;
mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi, serta mengkaji dampak&#13;
keberadaan guru laki-laki dalam lembaga PAUD. Penelitian menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis. Subjek penelitian&#13;
teridri dari 10 orang, meliputi empat guru PAUD laki-laki, dua guru perempuan,&#13;
tiga orang tua, dan ketua yayasan di PAUD Lilik Pekanbaru. Teknik pengumpulan&#13;
data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis&#13;
data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi&#13;
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAUD laki-laki memiliki peran&#13;
strategis dalam mendukung perkembangan anak usia dini sebagai pembimbing,&#13;
panutan, fasilitator, mediator, dan motivator. Kehadiran guru laki-laki memberikan&#13;
dampak positif terhadap pembentukan disiplin, keberanian, kemandirian, dan&#13;
karakter anak, serta berperan sebagai model peran (role model), terutama bagi anak&#13;
yang minim figur ayah. Namun, guru PAUD laki-laki menghadapi tantangan utama&#13;
berupa stigma gender, stigma sosial yang memandang PAUD sebagai ranah&#13;
perempuan, serta rendahnya kesejahteraan dan minimnya dukungan kebijakan.&#13;
Meskipun demikian, kehadiran guru laki-laki berdampak positif bagi lingkungan&#13;
PAUD, baik bagi peserta didik, guru perempuan, maupun orang tua melalui&#13;
peningkatan dinamika pembelajaran dan perubahan persepsi. Penelitian ini&#13;
menegaskan bahwa keberadaan guru laki-laki di PAUD penting tidak hanya dari&#13;
aspek representasi gender, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas proses&#13;
pendidikan anak usia dini.&#13;
Kata kunci: guru PAUD laki-laki, peran dan tantangan, dampak keberadaan,&#13;
pendidikan anak usia dini</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">372.21 Pendidikan Pra Sekolah/Pendidikan Anak Usia Dini</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-17</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>