eprintid: 76453 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/64/53 datestamp: 2026-05-11 08:09:14 lastmod: 2026-05-11 08:09:14 status_changed: 2026-05-11 08:09:14 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Bayu Octaviano Sutanto, NIM.: 22103060026 title: HUKUM XENOTRANSPLANTASI GINJAL BABI DALAM TINJAUAN MAQASID AL-SYARI’AH: STUDI PERBANDINGAN ANTARA HIFZ AL-NAFS DAN HIFZ AL-DIN ispublished: pub subjects: 297.413 divisions: jur_pma full_text_status: restricted keywords: Maqasid al-syari‘ah, Ḥifẓ al-Nafs, Ḥifẓ Al-Dīn; xenotransplantasi; ginjal babi note: H. Wawan Gunawan, S.Ag., M.Ag. abstract: Masalah ini diangkat sebagai respons terhadap krisis donor organ manusia bagi penderita penyakit ginjal kronis stadium akhir (End-Stage Renal Disease) yang kian meningkat secara global. Dialisis hanya berfungsi sebagai terapi penunjang yang mempertahankan kehidupan pasien tanpa menyembuhkan penyakit secara permanen, sementara transplantasi ginjal dari donor manusia menghadapi keterbatasan ketersediaan organ serta panjangnya masa tunggu donor. Namun demikian, perkembangan tersebut menghadapkan dunia medis dan hukum Islam pada dilema normatif yang serius. Dalam perspektif syari‘at, babi secara tegas dinyatakan sebagai hewan yang haram, sehingga pemanfaatannya dalam prosedur medis memunculkan pertanyaan hukum yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum Xenotransplantasi ginjal babi dalam perspektif Maqāṣid al-syarī‘ah dengan menitikberatkan pada resolusi konflik antara prinsip Hifz al-Nafs (menjaga jiwa) dan Hifz Al-Din (menjaga agama). Serta menganalisis batasan kebolehan dari xenotransplantasi ginjal babi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif. Kerangka teoretis yang digunakan adalah struktur hukum Islam berlapis, mulai dari al-qiyam al-asāsiyyah (nilai dasar), al-uṣūl al-kulliyyah (kaidah universal), hingga al-aḥkām al-far‘iyyah (hukum cabang), dengan pisau analisis utama teori Maqāṣid al-syarī‘ah kontemporer perspektif Yusuf al-Qarḍāwī dan Aḥmad al-Raysunī. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, relasi antara Hifz al-Nafs dan Hifz Al-Din dalam kasus ini bersifat fungsional-integratif; perlindungan jiwa diprioritaskan karena merupakan prasyarat eksistensial bagi pelaksanaan ajaran agama. Xenotransplantasi ginjal babi diperbolehkan secara kondisional selama memenuhi batasan darurat, yakni adanya ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa pasien gagal ginjal stadium akhir. Tidak tersedianya alternatif pengobatan lain yang halal dan efektif, baik berupa transplantasi ginjal manusia maupun terapi medis lain yang sepadan. Tindakan medis tersebut didasarkan pada pertimbangan ilmiah dari para ahli medis yang kompeten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemaslahatan jiwa manusia diutamakan tanpa meniadakan prinsip penjagaan agama sebagai pembatas normatif. Xenotransplantasi ginjal babi dipahami sebagai persoalan hukum yang berada dalam ruang ijtihad kontemporer, yang menuntut keseimbangan antara perlindungan terhadap kehidupan manusia dan penjagaan terhadap prinsip-prinsip dasar syari‘at. date: 2026-03-03 date_type: published pages: 116 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Bayu Octaviano Sutanto, NIM.: 22103060026 (2026) HUKUM XENOTRANSPLANTASI GINJAL BABI DALAM TINJAUAN MAQASID AL-SYARI’AH: STUDI PERBANDINGAN ANTARA HIFZ AL-NAFS DAN HIFZ AL-DIN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76453/1/22103060026_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76453/2/22103060026_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf