<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERSEPSI GURU KIMIA DALAM MENCIPTAKAN&#13;
PEMBELAJARAN KIMIA INKLUSIF MENURUT TECHNOLOGY&#13;
INTEGRATION MATRIX (TIM) DAN UNIVERSAL DESIGN FOR&#13;
LEARNING (</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104060011</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Dzafa Fathurrohman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pendidikan kimia inklusif menuntut guru mampu merancang pembelajaran&#13;
yang aksesibel bagi keberagaman peserta didik, termasuk melalui integrasi&#13;
teknologi yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
persepsi guru kimia dalam mewujudkan pembelajaran kimia inklusif&#13;
berdasarkan kerangka Technology Integration Matrix (TIM) dan Universal&#13;
Design for Learning (UDL). Penelitian menggunakan pendekatan&#13;
kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 80 guru kimia&#13;
S MA/MA di berbagai wilayah Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan&#13;
kuesioner berskala Likert yang mencakup tiga domain utama: keterlibatan&#13;
dalam tugas belajar, persepsi dan akses terhadap bahan ajar, serta ekspresi&#13;
dan tindakan dalam pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif&#13;
dan inferensial melalui uji independent t test dan one way ANOVA . Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa guru kimia memiliki persepsi yang tinggi&#13;
dan konsisten pada seluruh domain TIM UDL. Tidak ditemukan perbedaan&#13;
yang signifi kan berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan,&#13;
pengalaman mengajar, maupun status sekolah. Temuan ini mengindikasikan&#13;
bahwa kesiapan guru dalam pembelajaran kimia inklusif lebih dipengaruhi&#13;
oleh faktor struktural dan kebijakan dibandingkan karakt eristik individu.&#13;
Namun demikian, tingginya skor persepsi perlu ditafsirkan secara kritis&#13;
karena belum tentu mencerminkan praktik nyata di kelas. Penelitian ini&#13;
menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dan&#13;
viii&#13;
dukungan&#13;
dukungan sisistemistemikk untuk memastikan implementasi pembelajaran kimia untuk memastikan implementasi pembelajaran kimia inklusif yang efektif dan berkelanjutan.inklusif yang efektif dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci:&#13;
Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Pendidikan Inklusif, Universal Design for LearningUniversal Design for Learning (UDL), (UDL), Technology Integration MatrixTechnology Integration Matrix (TIM), pembelajaran kimia, Indonesia, (TIM), pembelajaran kimia, Indonesia, pedagogi pedagogi STEMSTE</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">540.7 Pendidikan Kimia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>