@phdthesis{digilib76483, month = {March}, title = {ANALISIS GC-MS OLEORESIN PADA JAHE MERAH MENGGUNAKAN METODE SOKLETASI SEBAGAI DESAIN PRAKTIKUM SMK KELAS XII}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104060007 Enny Riyan Hasni}, year = {2026}, note = {Laili Nailul Muna, M.Sc.}, keywords = {jahe merah; GC-MS; sokletasi; capaian pembelajaran; media poster}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76483/}, abstract = {Pemanfaatan instrumen analisis modern seperti GC-MS dalam pembelajaran kimia instrumen di sekolah yang menggunakan bahan alam sebagai objek praktikum belum diterapkan secara optimal. Padahal, pembelajaran kimia instrumen memerlukan kegiatan praktikum di laboratorium agar siswa dapat memahami prinsip kerja alat secara langsung, mulai dari proses pembuatan sampel hingga tahap pengujian sampel. Oleh karena itu, diperlukan alternatif desain praktikum yang kontekstual dengan memanfaatkan bahan alam yang mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis senyawa yang teridentifikasi dalam ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96\% melalui metode sokletasi berdasarkan hasil analisis GC-MS, serta mengkaji potensinya sebagai alternatif desain praktikum dalam pembelajaran kimia instrumen. Metode penelitian yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) yang meliputi tahap identifikasi dan analisis masalah, pengembangan solusi, siklus berulang, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara dengan salah satu guru di SMK SMTI Yogyakarta, serta analisis laboratorium. Proses analisis laboratorium dilakukan dengan mengekstraksi oleoresin jahe merah menggunakan metode sokletasi selama 60, 120, dan 180 menit pada suhu 70-80 ?C dengan pelarut etanol 96\% kemudian di analisis menggunakan GC-MS. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa jenis senyawa yang teridentifikasi sebagai komponen utama dalam ekstrak rimpang jahe merah adalah zingiberene, {\ensuremath{\beta}}-bisabolene, dan {\ensuremath{\beta}}-sesquiphellandrene. Pada waktu ekstraksi 60 menit, persentase area zingiberene sebesar 32,55\%, {\ensuremath{\beta}}-bisabolene 18,56\%, dan {\ensuremath{\beta}}-sesquiphellandrene 21,34\%. Pada waktu ekstraksi 120 menit, persentase area meningkat dengan nilai zingiberene sebesar 37,21\%, {\ensuremath{\beta}}-bisabolene 24,28\%, dan {\ensuremath{\beta}}- sesquiphellandrene 24,25\%. Pada waktu ekstraksi 180 menit, persentase area yang diperoleh yaitu zingiberene sebesar 35,52\%, {\ensuremath{\beta}}-bisabolene 21,83\%, dan {\ensuremath{\beta}}-sesquiphellandrene 27,83\%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga senyawa tersebut merupakan komponen utama dalam ekstrak jahe merah, dengan zingiberene sebagai senyawa yang memiliki persentase area tertinggi pada setiap variasi waktu ekstraksi. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis ekstrak jahe merah menggunakan GC-MS berpotensi dijadikan sebagai alternatif desain praktikum analisis instrumen. Praktikum ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih z dan aplikatif bagi siswa dalam memahami prinsip kerja kromatografi gas dan spektometri massa, serta hubungan antara waktu ekstraksi dan kestabilan senyawa, sehingga mendukung capaian pembelajaran pada fase F program keahlian kimia industri maupun analisis kimia.} }