%A NIM.: 22105020024 Anggra Arbil Nafi’ %O Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag. %T REPRESENTASI KEKUASAAN KEAGAMAAN DAN RESISTENSI TOKOH DALAM SERIAL BIDAAH %X Dalam konteks media, agama tidak hanya ditampilkan sebagai sebuah ajaran yang mengatur moral dan perilaku, tetapi juga sebagai pengetahuan yang digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan. Hadirnya serial Bidaah menjadi representasi kritik sosial yang menampilkan bagaimana ajaran agama dikonstruksi kembali dan dijadikan penguat atas posisi pemimpin dalam sebuah kelompok. Penelitian ini tidak berfokus pada benar salahnya ajaran agama, tetapi pada bagaimana ajaran agama beroperasi dan dikonstruksi kembali oleh pemimpin sehingga menjadi sebuah wacana yang diterima oleh jamaah di bawahnya. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis tentang bagaimana kebenaran atas kekuasaan tersebut mengalami resistensi sebagai rangkaian relasi kuasa dalam serial Bidaah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk relasi kuasa dalam serial Bidaah, serta mengkaji bagaimana resistensi muncul sebagai respon atas kekuasaan itu. Penelitian ini menggunakan teori power/knowledge oleh Michel Foucault yang digunakan untuk membedah wacana, kebenaran dan resistensi yang ditampilkan dalam serial Bidaah. Merujuk kepada istilah dimana ada kekuasaan disitu ada resistensi, serial Bidaah manampilkan relasi tersebut sebagai bagian dari jalannya cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks media. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam terkait makna, pesan dan ideologi yang terkandung dalam serial Bidaah. Objek penelitian meliputi dialog, adegan dan narasi dalam serial Bidaah yang merepresentasikan bentuk relasi kuasa di dalamnya. Data penelitian dikumpulkan melalui proses observasi dan kemudian mengambil dokumentasi berupa adegan-adegan dalam serial Bidaah dan literatur yang relevan dengan objek penelitian. Analisis terhadap temuan-temuan tersebut dilakukan dengan mengaitkannya pada teori power/knowledge Foucault khususnya dalam melihat bagaimana wacana keagamaan menjadi sebuah kebenaran yang kemudian memicu hadirnya resistensi dari beberapa tokohnya. Hasil penelitian ini menyajikan bentuk-bentuk relasi kuasa antara pemimpin dan jamaah, dari struktur kepemimpinannya, praktik pernikahan yang dijadikan sebuah dakwah, serta bagaimana ketaatan kepada pemimpin itu dinilai sebagai ketaatan kepada Rasul dan Tuhan. Kemudian, hasil analisisnya menunjukkan bahwa ajaran dan praktik keagamaan dalam Jihad Ummah merupakan wacana keagamaan yang dinormalisasi sehingga diterima oleh para jamaahnya ketika disampaikan oleh seorang pemimpin di dalamnya. Selain menunjukkan bentuk wacana keagamaan, serial Bidaah juga menghadirkan tokoh yang melakukan tindakan resistensi sebagai bentuk dari relasi kuasa itu sendiri. Seperti yang dikatakan Foucault, dimana ada kekuasaan disitu ada anti kekuasaan (resistensi). %K agama; kekuasaan; resistensi; media %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib76491