TY - THES N1 - Taufiqurrahman, M.H. ID - digilib76498 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76498/ A1 - Hanifah Febriyani, NIM.: 21103050068 Y1 - 2025/07/25/ N2 - Pernikahan dini masih menjadi persoalan yang serius di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Gunungkidul. Merespon hal tersebut, pemerintah melalui Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 1012 Tahun 2022 meluncurkan Program Bimbimgan Remaja Usia Sekolah (BRUS). KUA Kapanewon Patuk, secara aktif melaksanakan program tersebut meskipun angka pernikahan dini mengalami penurunan signifikan. Selain sebagai wujud tanggung jawab moral KUA Patuk, dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika perilaku remaja memunculkan potensi peningkatan kasus pernikahan dini apabila langkah pencegahan tidak dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu program BRUS tetap terlaksana sebagai bentuk upaya pencegahan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah oleh KUA Kapanewon Patuk, hambatan yang muncul, serta sejauh mana kontribusi program terhadap penurunan pernikahan dini di wilayah Patuk. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program BRUS di wilayah Patuk serta memberikan masukan untuk optimalisasi pelaksanaan program, baik di wilayah Patuk maupun wilayah lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan penyebaran kuisioner. Subjek penelitian mencakup kepala KUA sekaligus fasilitator, kepala sekolah, guru BK, serta remaja usia sekolah sebagai penerima manfaat program. Hasil temuan dianalisis menggunakan teori Edward III yang menekankan pada empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Aspek-aspek ini digunakan untuk mengukur sejauh mana program dapat berjalan sebagaimana tujuan program. Fokus utama adalah menghubungkan data empiris dengan teori agar diperoleh pemahaman yang menyeluruh terkait pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Kapanewon Patuk menunjukkan berhasil sebagian. Indikator keberhasilan dapat dilihat dari aspek komunikasi yang terjalin baik antara KUA dengan sekolah maupun para siswa sebagai sasaran progam. Pelaksanaan program memiliki dampak positif terhadap sasaran program dengan meningkatnya kesadaran mereka akan bahaya pernikahan dini, pentingnya pendidikan maupun orientasi jenjang karir di masa depan yang lebih terarah. Selain itu, disposisi pelaksana juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap tujuan program. Akan tetapi, keterbatasan sumber daya terutama anggaran serta struktur birokrasi yang belum optimal dapat berakibat pada penyebaran program yang tidak menyeluruh dan efektivitas progam jangka panjang. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - pernikahan dini; BRUS; implementasi kebijakan M1 - skripsi TI - IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN REMAJA USIA SEKOLAH (BRUS) DALAM UPAYA MENEKAN PERNIKAHAN DINI (STUDI DI KUA KAPANEWON PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL) AV - restricted EP - 123 ER -