<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SEJARAH PEMBANGUNAN KOMPLEKS SULTAN HASAN KESULTANAN MAMLUK BAHRI (1356 1363 M)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 20101020099</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siti Aisyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menganalisis sejarah pembangunan Kompleks Sultan Hasan, termasuk fungsi dan maknanya. Kompleks ini menarik dikaji karena merupakan bangunan megah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan simbol kekuasaan pada masa Mamluk Bahri. Letaknya yang strategis dan maknanya yang mendalam menggambarkan dinamika politik, sosial dan budaya pada masa itu.&#13;
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan historis, digunakan untuk menjelaskan sejarah pembangunan kompleks, sementara teori Robert Hillenbrand digunakan untuk menganalisis fungsi dan makna pada kompleks Sultan Hasan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang mencakup empat tahapan meliputi heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis data), dan historiografi (penulisan sejarah).&#13;
Penelitian ini menemukan bahwa kompleks Sultan Hasan pada masa Mamluk Bahri (1356 1363 M) bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sosial, politik, dan budaya yang mendalam. Secara bentuk, kompleks ini dibangun dengan asritektur monumental khas Mamluk, seperti mihrab, kubah besar, dan menara tinggi, yang menggambarkan kebesaran dan kekuasaan Sultan Hasan. Fungsi kompleks ini mencakup keagamaan, pendidikan empat mazhab, serta kegiatan sosial dan politik. Makna arsitektur kompleks ini melambangkan kepemimpinan Sultan Hasan. Penempatan makam yang sejajar dengan Iwan Kiblat menggambarkan perannya sebagai pelindung dan pemimpin rakyat, baik secara politik maupun keagamaan. Lokasinya yang strategis, berhadapan langsung dengan Benteng, mengandung pesan simbolis tentang hubungan kekuasaan antara Sultan, rakyat, dan kaum Mamluk. Kompleks ini tidak hanya mewariskan arsitektur yang indah dan megah, tetapi juga menjadi simbol sejarah yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.98  Sejarah - Tokoh Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-01-17</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>