TY - THES N1 - Sudarlin, M. Si. ID - digilib76524 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76524/ A1 - Lutfita Ari Nuryani, NIM.: 21106030010 Y1 - 2026/01/29/ N2 - Limbah cair tempe merupakan limbah agroindustri dengan kandungan bahan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Kandungan senyawa organik seperti karbohidrat, protein, dan lemak menyebabkan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi, sehingga dapat menurunkan kualitas air dan menimbulkan bau tidak sedap. Namun demikian, karakteristik tersebut juga menjadikan limbah cair tempe berpotensi besar sebagai bahan baku biogas melalui proses fermentasi anaerob. Kombinasi limbah cair tempe dengan kotoran sapi dan limbah sayur dapat meningkatkan efisiensi proses degradasi bahan organik serta produksi energi terbarukan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk pemberdayaan industri tempe dalam pemanfaatan limbah cair tempe menjadi biogas dengan waktu retensi selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dikembangkan oleh John L. McKnight dan John P. Kretzmann. Pendekatan ABCD dilakukan melalui identifikasi dan pemetaan aset yang dimiliki, meliputi limbah cair tempe sebagai aset fisik, kotoran sapi dan limbah sayur sebagai aset lingkungan, serta keterlibatan pemilik industri sebagai aset manusia dan sosial. Pendekatan ini menekankan pemanfaatan potensi lokal sebagai dasar pengembangan energi alternatif. Hasil pembuatan biogas dengan 2 variasi substrat yakni substrat berupa campuran limbah cair tempe dengan kotoran sapi (kode: P0) dan substrat pembanding berupa limbah cair tempe, kotoran sapi, dan limbah sayur (kode: P1) memiliki rentang suhu 29? - 30?, dan pH setelah fermentasi yaitu 7,08 untuk substrat P0 dan 6,99 untuk substrat P1. Hasil xvi analisis kadar gas mudah terbakar dalam biogas dengan GC-FID menunjukkan angka 99,247% untuk substrat P0 dan 99,927% untuk substrat P1 adalah gas CH4. Hasil yang didapatkan dari analisis nilai kalor yang dilakukan menggunakan GC-TCD sebesar 14,31 MJ/Nm3 untuk substrat P0 dan 26,48 MJ/Nm3 untuk substrat P1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses fermentasi biogas dengan waktu retensi 60 hari menghasilkan biogas dengan kandungan metana (CH4) yang tinggi dan kualitasnya baik. Kata kunci: biogas, limbah cair tempe, kotoran sapi, limbah sayur, energi, ABCD PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - biogas KW - limbah cair tempe KW - kotoran sapi KW - limbah sayur KW - energi KW - ABCD M1 - skripsi TI - PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH CAIR TEMPE DENGAN PENAMBAHAN STARTER KOTORAN SAPI DAN SUBSTRAT LIMBAH SAYUR DI PABRIK TEMPE MAHER SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MELALUI PENDEKATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) AV - restricted EP - 97 ER -