%0 Thesis %9 Skripsi %A Arina Fatma Zahro, NIM.: 22105030118 %B FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM %D 2026 %F digilib:76537 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Dzikir, Spiritualitas, Tafsir Al-Azhar, Pemikiran Buya Hamka %P 81 %T MAKNA DZIKIR DAN RELASINYA DENGAN KONSEP SPIRITUALITAS (KAJIAN TAFSIR AL-AZHAR TERHADAP AYAT-AYAT DZIKIR) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76537/ %X Penelitian ini mengkaji makna dzikir dan relasinya dengan konsep spiritualitas dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dzikir sebagai sarana penguatan batin dan pembinaan spiritual manusia di tengah dinamika kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat dzikir serta memahami relasi dzikir dengan konsep spiritualitas dalam Tafsir Al-Azhar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis terhadap lima ayat dzikir, yaitu QS. Al-Ra’d ayat 28, QS. Al- Baqarah ayat 152, QS. Al-Ahzab ayat 41-42, QS. Ali ‘Imran ayat 191, dan QS. Al-A’raf ayat 205. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka memaknai dzikir tidak hanya sebagai aktivitas lisan, tetapi sebagai kesadaran spiritual yang menyeluruh melalui hati, lisan, dan perbuatan. Dzikir dipahami sebagai sarana untuk menenangkan jiwa, memperkuat iman, membentuk akhlak, menumbuhkan pengendalian diri, serta menghadirkan kesadaran akan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Relasi dzikir dengan spiritualitas terlihat dari perannya dalam membangun kedekatan manusia dengan Allah, menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta memberikan ketenangan dan makna hidup bagi manusia. %Z Muhammad Luthfi Dhulkifli, S.Ag., M.A.