eprintid: 76540 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/65/40 datestamp: 2026-05-21 07:30:36 lastmod: 2026-05-21 07:30:36 status_changed: 2026-05-21 07:30:36 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Takdir Hardani La Ajiri, SH, NIM.: 23203012086 title: KAJIAN KECEMASAN GENERASI Z DI MEDIA SOSIAL TERHADAP FENOMENA “MARRIAGE IS SCARY” PERSPEKTIF MAṢLAḤAH ispublished: pub subjects: ilmu_syariah divisions: ilmu_sya full_text_status: restricted keywords: Generasi Z, Media Sosial, Marriage is Scary note: Prof. Dr. H. Khoiruddin, M.A. abstract: Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis-normatif. Subjek penelitian adalah Generasi Z, sedangkan objek penelitian berupa konten dan narasi ketakutan menikah yang beredar di platform TikTok, Instagram, dan X. Pendekatan sosiologis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann untuk menganalisis pembentukan makna pernikahan dalam ruang digital, sementara pendekatan normatif menggunakan teori maṣlaḥah dalam kerangka hukum keluarga Islam untuk menilai fenomena tersebut berdasarkan nilai-nilai kemaslahatan dan tujuan syariat. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan metode kualitatif dan analisis induktif. Data dikumpulkan melalui observasi digital non-partisipatif menggunakan metode etnografi digital (netnografi) terhadap konten, interaksi, dan pola narasi pengguna. Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan generasi Z di media sosial terhadap fenomena “marriage is scary” sebagai realitas sosial melalui proses konstruksi makna. Dalam perspektif teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, kecemasan ini lahir melalui tahapan eksternalisasi pengalaman subjektif seperti trauma keluarga, ketimpangan gender, dan ketidakpastian ekonomi yang kemudian diobjektifikasi melalui pengulangan, legitimasi, dan normalisasi narasi di ruang digital, hingga akhirnya diinternalisasi sebagai pandangan umum bahwa pernikahan merupakan institusi berisiko. Dalam kerangka maṣlaḥah, kecemasan tersebut dapat bernilai maṣlaḥah personal sepanjang berfungsi sebagai sikap kehati-hatian dan kesiapan diri menuju pernikahan yang lebih matang. Namun, ketika berkembang menjadi penolakan total terhadap pernikahan, kecemasan ini berpotensi menimbulkan mafsadah karena bertentangan dengan tujuan syariat dalam menjaga keluarga dan kemaslahatan sosial. Oleh karena itu, kecemasan generasi Z perlu diarahkan melalui rekonstruksi makna pernikahan yang adil dan proporsional agar tercapai keseimbangan antara maṣlaḥah personal dan maṣlaḥah umum dalam hukum keluarga Islam. Kata Kunci: Generasi Z, Media Sosial, Marriage date: 2026-02-11 date_type: published pages: 220 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: masters thesis_name: mphil citation: Takdir Hardani La Ajiri, SH, NIM.: 23203012086 (2026) KAJIAN KECEMASAN GENERASI Z DI MEDIA SOSIAL TERHADAP FENOMENA “MARRIAGE IS SCARY” PERSPEKTIF MAṢLAḤAH. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76540/1/23203012086_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76540/2/23203012086_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf