    {
      "number": 100,
      "subjects": [
        "pl"
      ],
      "eprintid": 76628,
      "date": 2026,
      "userid": 12253,
      "documents": [
          {
            "language": "id",
            "placement": 1,
            "eprintid": 76628,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-06-08 07:00:06",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1829101,
                  "objectid": 1056793,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1829101",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "263c4cd8262a53da7c7f0d69111dab02",
                  "filesize": 6874925,
                  "filename": "Belajar dari Kemandirian Iran 47 Tahun di Bawah Sanksi Global.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1056793",
            "main": "Belajar dari Kemandirian Iran 47 Tahun di Bawah Sanksi Global.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1056793,
            "format": "text",
            "security": "public",
            "pos": 1,
            "formatdesc": "Belajar dari Kemandirian Iran 47 Tahun di Bawah Sanksi Global"
          }
      ],
      "issn": 8526575,
      "rev_number": 7,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "-",
            "honourific": null,
            "family": "Robby Habiba Abror"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/66\/28",
      "keywords": "Iran, Sanksi Global, Politik",
      "lastmod": "2026-06-08 07:14:43",
      "ispublished": "pub",
      "publisher": "Pimpinan Pusat 'Aisyiah",
      "metadata_visibility": "show",
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-06-08 07:14:43",
      "volume": 5,
      "datestamp": "2026-06-08 07:14:43",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/76628",
      "full_text_status": "public",
      "refereed": "TRUE",
      "divisions": [
        "artkl"
      ],
      "publication": "Majalah Suara Aisyiyah",
      "abstract": "Dunia telah melihat dengan terang dan jujur, bagaimana dua negara yang ”paling ditakuti” karena \r\nkekuatan militer dan posisi ekonomi-politiknya di jagad ini—Amerika Serikat (AS) dan Israel \r\nmembombardir sebuah negara yang telah mengalami embargo dan sanksi dunia puluhan tahun, \r\nIran. Sejak 28 Februari 2026, koalisi AS-Israel telah membunuh lebih dari 2.000 warga sipil Iran, di \r\nantaranya 168 siswi SD Madrasah Shajarat Tayyiba di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran Selatan, \r\ndan juga Ayatullah Ali Khamenei (86 tahun) yang saat itu sedang membaca Al-Quran. Anak-anak dan \r\nSang Rahbar—lengkapnya Rahbar-e Moazzam-e Enqelab-e Eslami atau ’Pemimpin Agung\/Tertinggi \r\nRevolusi Islam’ dalam sistem politik Republik Islam Iran (RII)—telah mati syahid",
      "type": "article",
      "title": "Belajar dari Kemandirian Iran 47 Tahun di Bawah Sanksi Global"
    }