eprintid: 76628 rev_number: 7 eprint_status: archive userid: 12253 dir: disk0/00/07/66/28 datestamp: 2026-06-08 07:14:43 lastmod: 2026-06-08 07:14:43 status_changed: 2026-06-08 07:14:43 type: article metadata_visibility: show creators_name: Robby Habiba Abror, - title: Belajar dari Kemandirian Iran 47 Tahun di Bawah Sanksi Global ispublished: pub subjects: pl divisions: artkl full_text_status: public keywords: Iran, Sanksi Global, Politik abstract: Dunia telah melihat dengan terang dan jujur, bagaimana dua negara yang ”paling ditakuti” karena kekuatan militer dan posisi ekonomi-politiknya di jagad ini—Amerika Serikat (AS) dan Israel membombardir sebuah negara yang telah mengalami embargo dan sanksi dunia puluhan tahun, Iran. Sejak 28 Februari 2026, koalisi AS-Israel telah membunuh lebih dari 2.000 warga sipil Iran, di antaranya 168 siswi SD Madrasah Shajarat Tayyiba di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran Selatan, dan juga Ayatullah Ali Khamenei (86 tahun) yang saat itu sedang membaca Al-Quran. Anak-anak dan Sang Rahbar—lengkapnya Rahbar-e Moazzam-e Enqelab-e Eslami atau ’Pemimpin Agung/Tertinggi Revolusi Islam’ dalam sistem politik Republik Islam Iran (RII)—telah mati syahid date: 2026 date_type: published publication: Majalah Suara Aisyiyah volume: 5 number: 100 publisher: Pimpinan Pusat 'Aisyiah refereed: TRUE issn: 08526575 citation: Robby Habiba Abror, - (2026) Belajar dari Kemandirian Iran 47 Tahun di Bawah Sanksi Global. Majalah Suara Aisyiyah, 5 (100). ISSN 08526575 document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76628/1/Belajar%20dari%20Kemandirian%20Iran%2047%20Tahun%20di%20Bawah%20Sanksi%20Global.pdf