%0 Thesis %9 Skripsi %A Muhammad Wahyudi Azzukhruf, NIM.: 22104010003 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:76659 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Pembelajaran Al-Qur’an, Peer Tutoring, Pembelajaran Perguruan Tinggi %P 269 %T ANALISIS KOMPETENSI PENGAJAR TAHSIN AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) (STUDI KUALITATIF PENGAJAR PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN TAHSINUL QUR’AN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76659/ %X Kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa muslim, khususnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa, FITK menyelenggarakan Program Pengembangan Kepribadian dan Tahsinul Qur’an (PKTQ) yang menggunakan sistem tutor sebaya, di mana pengajar berasal dari mahasiswa senior yang disebut asisten. Kondisi tersebut menjadikan pengajar PKTQ berada pada posisi unik sebagai pembelajar sekaligus pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta perkembangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) pengajar tahsin Al-Qur’an dalam program PKTQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengajar tahsin (asisten) dalam program PKTQ. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengajar tahsin dalam perspektif PCK terbentuk melalui integrasi enam komponen utama, yaitu pengetahuan konten, pengetahuan pedagogi, pengetahuan terhadap pembelajar, pengetahuan kurikulum, efikasi pengajar, dan kemahiran pengajar. Asisten mampu menguasai materi tahsin dan tajwid, menggunakan strategi pembelajaran yang adaptif, memahami karakteristik peserta didik, serta menyesuaikan pembelajaran dengan kurikulum PKTQ. Selain itu, pengalaman mengajar secara langsung, dinamika interaksi tutor sebaya, kegiatan evaluasi, serta proses pembinaan dari program berperan penting dalam perkembangan PCK pengajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman praktik mengajar dalam program PKTQ menjadi sarana penting bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengembangkan kompetensi pedagogis dan rofesional secara kontekstual dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an. %Z Drs. H. Radino M.Ag.