<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KOMPETENSI PENGAJAR TAHSIN AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) (STUDI KUALITATIF PENGAJAR PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN TAHSINUL QUR’AN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104010003</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Wahyudi Azzukhruf</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi kompetensi penting&#13;
yang harus dimiliki mahasiswa muslim, khususnya di Fakultas Ilmu&#13;
Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.&#13;
Sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an&#13;
mahasiswa, FITK menyelenggarakan Program Pengembangan&#13;
Kepribadian dan Tahsinul Qur’an (PKTQ) yang menggunakan sistem&#13;
tutor sebaya, di mana pengajar berasal dari mahasiswa senior yang&#13;
disebut asisten. Kondisi tersebut menjadikan pengajar PKTQ berada&#13;
pada posisi unik sebagai pembelajar sekaligus pengajar. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta&#13;
perkembangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) pengajar tahsin&#13;
Al-Qur’an dalam program PKTQ.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain&#13;
studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengajar tahsin (asisten) dalam&#13;
program PKTQ. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,&#13;
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles,&#13;
Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data,&#13;
serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui&#13;
triangulasi sumber dan teknik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengajar tahsin&#13;
dalam perspektif PCK terbentuk melalui integrasi enam komponen&#13;
utama, yaitu pengetahuan konten, pengetahuan pedagogi, pengetahuan&#13;
terhadap pembelajar, pengetahuan kurikulum, efikasi pengajar, dan&#13;
kemahiran pengajar. Asisten mampu menguasai materi tahsin dan&#13;
tajwid, menggunakan strategi pembelajaran yang adaptif, memahami&#13;
karakteristik peserta didik, serta menyesuaikan pembelajaran dengan&#13;
kurikulum PKTQ. Selain itu, pengalaman mengajar secara langsung,&#13;
dinamika interaksi tutor sebaya, kegiatan evaluasi, serta proses&#13;
pembinaan dari program berperan penting dalam perkembangan PCK&#13;
pengajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman praktik&#13;
mengajar dalam program PKTQ menjadi sarana penting bagi mahasiswa&#13;
calon pendidik untuk mengembangkan kompetensi pedagogis dan rofesional secara kontekstual dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.36 Metode Pengajaran, Metode Pembelajaran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>