<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TINGKAT KOMPETENSI EKOLOGIS SISWA DI MADRASAH ADIWIYATA: STUDI KUANTITATIF DESKRIPTIF DI MTS N 3 CILACAP</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104010032</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ahmad Zulfa Ridhaka</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Krisis lingkungan yang terus meningkat menuntut pembentukan kompetensi&#13;
ekologis sejak dini, khususnya melalui lembaga pendidikan Islam. Dalam kerangka&#13;
ekoteologi Islam, menjaga kelestarian alam merupakan perwujudan tanggung jawab&#13;
manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ sekaligus kewajiban normatif dalam Fiqh al-Bi'ah&#13;
(fikih lingkungan). Namun, realitas menunjukkan bahwa perilaku ekologis peserta&#13;
didik di Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mendeskripsikan tingkat kompetensi ekologis siswa di madrasah berstatus&#13;
Adiwiyata, baik secara keseluruhan, berdasarkan jenjang kelas (VII, VIII, dan IX),&#13;
maupun berdasarkan tiga aspek kompetensi ekologis, yaitu kognitif, aksiologis, dan&#13;
praksiologis.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan dilaksanakan&#13;
di MTs Negeri 3 Cilacap, sebuah madrasah yang telah mengimplementasikan&#13;
Program Adiwiyata serta Program Ekoteologi berbasis nilai-nilai Islam. Populasi&#13;
penelitian mencakup seluruh siswa madrasah, dengan sampel sebanyak 274&#13;
responden yang terdiri atas 92 siswa kelas VII, 87 siswa kelas VIII, dan 95 siswa&#13;
kelas IX. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Kompetensi Ekologis&#13;
yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, dengan koefisien korelasi&#13;
item-total berkisar antara 0,30 hingga 0,52 serta koefisien Cronbach's Alpha sebesar&#13;
0,89. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif melalui teknik&#13;
kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi teoretik.&#13;
Tingkat kompetensi ekologis siswa MTs Negeri 3 Cilacap secara umum berada&#13;
pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 136,75. Berdasarkan jenjang kelas,&#13;
siswa kelas VII menunjukkan kategori sangat tinggi dengan rata-rata tertinggi&#13;
(144,80), diikuti oleh kelas VIII yang berada pada kategori tinggi (135,75), dan kelas&#13;
IX yang juga berada pada kategori tinggi (129,87). Ditinjau dari aspek kompetensi&#13;
ekologis, aspek kognitif dan aksiologis sama-sama berada pada kategori sangat tinggi&#13;
dengan rata-rata masing-masing 47,09 dan 48,13, sementara aspek praksiologis&#13;
berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 41,53. Temuan ini menunjukkan adanya&#13;
knowledge–attitude–practice gap: wawasan dan sikap ekologis yang tinggi belum&#13;
sepenuhnya terwujud dalam tindakan nyata yang konsisten, baik akibat bias lokasi&#13;
(madrasah vs. rumah) maupun dinamika beban akademik pada jenjang akhir. Oleh&#13;
karena itu, diperlukan penguatan melalui pembelajaran berbasis proyek (projectbased&#13;
learning), perluasan kolaborasi dengan orang tua, serta kebijakan Adiwiyata&#13;
yang berkelanjutan di seluruh jenjang kelas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.77 Pendidikan Agama Islam (Sekolah Islam, Pondok Pesantren, TPA, TPQ)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>