TY - THES N1 - Sri Purnami, S.Psi. M.A. ID - digilib76660 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76660/ A1 - Ahmad Zulfa Ridhaka, NIM.: 22104010032 Y1 - 2026/05/19/ N2 - Krisis lingkungan yang terus meningkat menuntut pembentukan kompetensi ekologis sejak dini, khususnya melalui lembaga pendidikan Islam. Dalam kerangka ekoteologi Islam, menjaga kelestarian alam merupakan perwujudan tanggung jawab manusia sebagai khal?fah f? al-ar? sekaligus kewajiban normatif dalam Fiqh al-Bi'ah (fikih lingkungan). Namun, realitas menunjukkan bahwa perilaku ekologis peserta didik di Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi ekologis siswa di madrasah berstatus Adiwiyata, baik secara keseluruhan, berdasarkan jenjang kelas (VII, VIII, dan IX), maupun berdasarkan tiga aspek kompetensi ekologis, yaitu kognitif, aksiologis, dan praksiologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan dilaksanakan di MTs Negeri 3 Cilacap, sebuah madrasah yang telah mengimplementasikan Program Adiwiyata serta Program Ekoteologi berbasis nilai-nilai Islam. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa madrasah, dengan sampel sebanyak 274 responden yang terdiri atas 92 siswa kelas VII, 87 siswa kelas VIII, dan 95 siswa kelas IX. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Kompetensi Ekologis yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, dengan koefisien korelasi item-total berkisar antara 0,30 hingga 0,52 serta koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,89. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif melalui teknik kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi teoretik. Tingkat kompetensi ekologis siswa MTs Negeri 3 Cilacap secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 136,75. Berdasarkan jenjang kelas, siswa kelas VII menunjukkan kategori sangat tinggi dengan rata-rata tertinggi (144,80), diikuti oleh kelas VIII yang berada pada kategori tinggi (135,75), dan kelas IX yang juga berada pada kategori tinggi (129,87). Ditinjau dari aspek kompetensi ekologis, aspek kognitif dan aksiologis sama-sama berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata masing-masing 47,09 dan 48,13, sementara aspek praksiologis berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 41,53. Temuan ini menunjukkan adanya knowledge?attitude?practice gap: wawasan dan sikap ekologis yang tinggi belum sepenuhnya terwujud dalam tindakan nyata yang konsisten, baik akibat bias lokasi (madrasah vs. rumah) maupun dinamika beban akademik pada jenjang akhir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui pembelajaran berbasis proyek (projectbased learning), perluasan kolaborasi dengan orang tua, serta kebijakan Adiwiyata yang berkelanjutan di seluruh jenjang kelas. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Kompetensi Ekologis KW - Madrasah Adiwiyata KW - Pendidikan Agama Islam KW - Ekoteologi M1 - skripsi TI - TINGKAT KOMPETENSI EKOLOGIS SISWA DI MADRASAH ADIWIYATA: STUDI KUANTITATIF DESKRIPTIF DI MTS N 3 CILACAP AV - restricted EP - 161 ER -