<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI PEMBIASAAN IBADAH HARIAN DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM DI SD NEGERI NGABLAK SITIMULYO PIYUNGAN TAHUN AJARAN 2025/2026</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104010114</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ardian Fathoni Dwi Nugroho</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan&#13;
kepribadian peserta didik, di mana Pendidikan Agama Islam berfungsi sebagai&#13;
landasan moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan ibadah&#13;
harian di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi efektif dalam menanamkan&#13;
nilai-nilai Islam secara sistematis dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi&#13;
tantangan perkembangan zaman dan perbedaan latar belakang keluarga peserta&#13;
didik. SD Negeri Ngablak Sitimulyo Piyungan secara konsisten&#13;
mengimplementasikan program pembiasaan ibadah harian seperti salat duha, dzikir&#13;
pagi, pembacaan Juz ‘Amma, kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), infak harian,&#13;
serta salat zuhur berjamaah sebagai bagian integral dari budaya religius sekolah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembiasaan ibadah&#13;
harian serta menelaah proses penanaman nilai-nilai Islam yang terkandung di&#13;
dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan&#13;
jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi,&#13;
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data,&#13;
penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan teknik triangulasi&#13;
sumber dan teknik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang ditanamkan&#13;
mencakup dimensi akidah (keimanan dan keikhlasan), ibadah (kedisiplinan dan&#13;
ketertiban dalam beribadah), akhlak (budaya 5S, kejujuran, tanggung jawab, dan&#13;
sopan santun), serta sosial (kepedulian dan kedermawanan melalui infak harian).&#13;
Proses penanaman nilai dilaksanakan secara terstruktur melalui pembiasaan yang&#13;
terjadwal dan berulang, dimulai dari pengondisian wudu, pelaksanaan salat duha&#13;
secara jahr, dzikir pagi, pembacaan Juz ‘Amma, hingga salat zuhur berjamaah&#13;
secara sirr, sehingga nilai tidak hanya dipahami secara kognitif tetapi juga&#13;
terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari siswa. Faktor pendukung meliputi&#13;
kebijakan sekolah yang religius, keteladanan tenaga pendidik, serta homogenitas&#13;
agama siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas musala&#13;
dan perbedaan kemampuan dasar baca-tulis Al-Qur’an siswa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">370. 114 Pendidikan Moral, Pendidikan Karakter</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>