eprintid: 76665 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/66/65 datestamp: 2026-06-09 04:29:48 lastmod: 2026-06-09 04:29:48 status_changed: 2026-06-09 04:29:48 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Khosnawati, 22103060069 title: PAMUGIH DALAM PEMBATALAN PERTUNANGAN PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA BANGSEREH KECAMATAN BATUMARMAR KABUPATEN PAMEKASAN MADURA) ispublished: unpub subjects: PD divisions: jur_pma full_text_status: restricted keywords: pamugih, hukum Adat, hukum Islam, kehormatan. note: Drs. Abd. Halim, M.Hum abstract: Penelitian ini membahas tentang pamugih dalam pembatalan pertunangan perspektif hukum Adat dan hukum Islam dengan studi kasus di Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura. Pamugih yaitu sebagai tanda pemberian dalam proses pertunangan yang mempunyai arti sosial yang kuat dan kultural dalam masyarakat di Desa Bangsereh. Sehingga ketika terjadi pembatalan pertunangan sering menimbulkan persoalan, khususnya terkait hukum dan sosial dalam pamugih serta dampaknya terhadap kehormatan pihak perempuan. Maka dari itu fenomena kasus terkait hal tersebut menarik untuk dikaji, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perspektif masyarakat di Desa Bangsereh terkait status kepemilikan pamugih serta perbedaan hukum perspektif hukum Adat maupun hukum Islam. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif yang berdasar studi lapangan (field research) dengan pendekatan usul fiqih yang bersifat deskriptif-analisis-komparatif. Kerangka teori yang digunakan adalah teori maqāṣid al-syarī‘ah ḥifẓ al-‘irḍ dengan memenuhi tujuan syarī‘at khususnya memelihara kehormatan(ḥifẓ al-‘irḍ), untuk menilai kesesuaian praktik adat dengan nilai hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pamugih dalam hukum Adat di Desa Bangsereh bukan semata-mata tidak dikembalikan ke pihak pemberi, akan tetapi melihat dari alasan-alasan yang ada. Dimana berfungsi untuk menjaga martabat dan kehormatan keluarga serta pihak perempuan, yang sejalan dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah dalam menjaga kehormatan manusia. Penelitian ini terdapat perbedaan dalam hukum Adat dan hukum Islam yang memerlukan harmonisasi agar keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap kehormatan para pihak dapat terjaga. Dalam perbedaan pandangan antara keduanya dalam kasus pamugih tidak terletak pada boleh tidaknya pengembalian dilakukan, namun pada tujuan hukum yang diutamakan. Hukum Islam lebih menekankan pada aspek hak kepemilikan harta, sedangkan hukum Adat lebih pada perlindungan kehormatan dan martabat perempuan. Praktik ini tidak bertentangan dengan hukum Islam justru sejalan dengan tujuan utama maqāṣid al-syarī‘ah. Kata kunci: pamugih, hukum Adat, hukum Islam, kehormatan. date: 0123 date_type: published pages: 17 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Khosnawati, 22103060069 (0123) PAMUGIH DALAM PEMBATALAN PERTUNANGAN PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA BANGSEREH KECAMATAN BATUMARMAR KABUPATEN PAMEKASAN MADURA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76665/1/22103060069_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76665/2/22103060069_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf