<mets:mets OBJID="eprint_76674" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-06-13T09:09:30Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_76674_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>TINJAUAN AL-MAṢLAḤAH AL-MURSALAH AL-GAZĀLĪ&#13;
TERHADAP PERTIMBANGAN HUKUM&#13;
PADA PUTUSAN NOMOR 477/Pdt.G/2024/PA.Ktl&#13;
TENTANG KEWARISAN BERTINGKAT</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22103050124</mods:namePart><mods:namePart type="family">Uci Najmi Syifa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kewarisan bertingkat (munāsakhah) merupakan mekanisme pembagian&#13;
warisan yang terjadi ketika terdapat kematian berjenjang sebelum harta peninggalan&#13;
dibagikan. Meskipun praktik munāsakhah dikenal dalam fikih klasik,&#13;
pengaturannya tidak disebutkan secara formil dalam peraturan perundangundangan&#13;
maupun Kompilasi Hukum Islam, sehingga menimbulkan kebutuhan&#13;
penemuan hukum oleh hakim dalam menyelesaikan perkara kewarisan berlapis,&#13;
sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 477/Pdt.G/2024/PA.Ktl. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam&#13;
menerapkan sistem kewarisan bertingkat (munāsakhah) serta menelaahnya melalui&#13;
perspektif al-maṣlaḥah al-mursalah Al-Gazālī.&#13;
Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research)&#13;
yang menggunakan analisis kualitatif bersifat deskriptif-analitik dengan&#13;
pendekatan yuridis-normatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi&#13;
dokumentasi terhadap Putusan Nomor 477/Pdt.G/2024/PA.Ktl sebagai sumber data&#13;
primer, serta literatur hukum Islam sebagai data sekunder. Analisis penelitian ini&#13;
menggunakan metode penalaran induktif dan deduktif dengan menarik konstruksi&#13;
hukum dari fakta khusus dalam putusan menuju kesimpulan yang bersifat umum.&#13;
Penelitian ini mengacu pada kerangka teori al-maṣlaḥah al-mursalah Al-Gazālī,&#13;
maqāṣid asy-syarī‘ah, serta teori penemuan hukum (rechtsvinding) Sudikno&#13;
Mertokusumo untuk menilai rasionalitas dan kemaslahatan pertimbangan hukum&#13;
Majelis Hakim secara komprehensif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Putusan Nomor&#13;
477/Pdt.G/2024/PA.Ktl, menerapkan mekanisme kewarisan bertingkat&#13;
(munāsakhah) oleh Hakim sebagai konstruksi hukum dalam menyelesaikan&#13;
pembagian warisan berlapis dapat dinilai tepat dan beralasan hukum. Majelis&#13;
Hakim secara sistematis menetapkan status harta sebagai harta bersama,&#13;
menentukan ahli waris pada setiap lapis kematian, serta menyusun struktur&#13;
pembagian warisan bertingkat melalui metode munāsakhah dan al-jāmi‘ah.&#13;
Meskipun ketentuan Munāsakhah tidak diatur secara formil, Majelis Hakim&#13;
melakukan penemuan hukum dengan mengintegrasikan prinsip farāiḍ dan praktik&#13;
munāsakhah dalam fikih klasik untuk mengisi kekosongan pengaturan. Dengan&#13;
demikian, mekanisme pembagian telah didapatkan secara adil dan proporsional.&#13;
Kedua, Putusan Nomor 477/Pdt.G/2024/PA.Ktl sejalan dengan prinsip maqāṣid&#13;
asy-syarī‘ah, khususnya dalam pemeliharan harta (ḥifẓ al-māl). Penerapan&#13;
mekanisme munāsakhah memastikan agar hak waris tidak terputus akibat kematian&#13;
berjenjang, sehingga harta tetap berpindah kepada pihak yang berhak secara syar‘i.&#13;
Dengan begitu, konstruksi pembagian yang dibangun Majelis Hakim merupakan&#13;
bentuk maṣlaḥah karena putusan ini memberikan kepastian bagian serta keadilan&#13;
distribusi bagi para ahli waris.&#13;
Kata Kunci: Kewarisan bertingkat (munāsakhah), Putusan Nomor&#13;
477/Pdt.G/2024/PA.Ktl, Al-Maṣlaḥah Al-Mursalah Al-Gāzalī.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.577 Hukum Keluarga Islam, Bimbingan Pernikahan, Poligami, Perceraian, Iddah, Pengasuhan Anak)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_76674"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_76674_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_76674_1056888_1" SIZE="7284829" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76674/1/22103050124_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76674/1/22103050124_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_76674_1056889_1" SIZE="6737404" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76674/2/22103050124_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76674/2/22103050124_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_76674_mods" ADMID="TMD_eprint_76674"><mets:fptr FILEID="eprint_76674_document_1056888_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_76674_document_1056889_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>