<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENERAPAN TEOLOGI RESIPROSITAS MASYARAKAT BERAGAMA PADA PROGRAM KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP DI KOMUNITAS RESAN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23205022011</mods:namePart><mods:namePart type="family">Annisa Rahmalia Dardiri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Adanya kerusakan lingkungan, perubahan iklim dan berbagai bencana alam&#13;
yang muncul secara masif menjadi sebuah keharusan bagi masyarakat untuk terlibat&#13;
dalam memulihkan kembali ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan&#13;
teologi resiprositas dalam agama-agama beserta implementasinya, serta menguji&#13;
kecocokan teori No Free Gift dari Marcel Mauss dalam kegiatan konservasi&#13;
lingkungan yang dilakukan oleh Komunitas Resan Gunungkidul. Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi,&#13;
dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Penelitian&#13;
menggunakan teori No Free Gift dari Marcel Mauss yang menyatakan bahwa dalam&#13;
kehidupan manusia, tidak ada pemberian yang bersifat gratis. Sehingga saat orang&#13;
lain memberikan kebaikan, kita sebagai penerima memiliki kewajiban moral untuk&#13;
memberikan balasan dengan nilai yang sebanding atau bahkan lebih.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap agama memiliki ajaran mengenai&#13;
teologi resiprositas yang dapat diterapkan dalam kegiatan konservasi lingkungan&#13;
meskipun tidak banyak terimplementasikan. Selain itu, peneliti menemukan bahwa&#13;
teori Marcel Mauss yang menyatakan bahwa ‘tidak ada hadiah yang gratis’. tidak&#13;
menjadi tumpuan utama Komunitas Resan dalam melakukan kegiatan konservasi&#13;
lingkungan. Keinginan untuk melakukan konservasi lingkungan muncul karena&#13;
anggota Komunitas Resan memiliki kegemaran menanam pohon, tertarik dengan hal&#13;
yang berkaitan dengan alam, serta menganggap diri mereka sendiri sebagai relawan.&#13;
Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa jika kegiatan konservasi lingkungan&#13;
yang dilakukan Komunitas Resan tidak sesuai dengan prediksi, mereka tidak&#13;
menganggap hal tersebut sebagai sebuah masalah. Mereka akan tetap terus menanam&#13;
pohon dan melakukan kegiatan konservasi lingkungan karena beranggapan hal&#13;
tersebut sangat menyenangkan.&#13;
Kata kunci: Teologi resiprositas, teori No Free Gift dari Marcel Mauss, konservasi&#13;
lingkungan, Komunitas Resan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Studi Agama Agama</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-27</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>