@phdthesis{digilib76698, month = {March}, title = {KONSEP AL-FAR{\=A}GH DALAM HADIS NABI DAN IMPLIKASINYA PADA PENGGUNAAN GADGET DI ERA SOCIETY 5.0}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 22105050098 Ririn Dwi Ariyanti}, year = {2026}, note = {Drs. Indal Abror, M.Ag.}, keywords = {Al-Faragh, Hadis Nabi, Gadget, Society 5.0}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76698/}, abstract = {Di era Society 5.0, perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan generasi digital menghadapi tantangan besar dalam mengelola waktu. Penggunaan gadget yang berlebihan, baik oleh anak-anak maupun remaja, telah menjadi fenomena global, termasuk di Indonesia. Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar 5,7 jam per hari menggunakan gadget, yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi membawa kemudahan, banyak waktu luang yang terbuang tanpa pemanfaatan produktif. Oleh karena itu, penulis membahas tentang konsep Al-Faragh dalam hadis Nabi dan implikasinya pada penggunaan gadget di era society 5.0 Penelitian ini menggunakan kajian ma?{\=a}nil {\d h}adis untuk memahami hadis dengan menerapkan metode yang dikembangkan oleh Syuhudi Ismail. Penulis menggunakan empat tahapan, yaitu: (1) melihat bentuk redaksi matan hadis, (2) kandungan hadis yang dihubungkan dengan fungsi Nabi, (3) petunjuk Hadis Nabi Dihubungkan dengan Latar Belakang Terjadinya, dan (4) Petunjuk Hadis Nabi yang Tampak Saling Bertentangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan menelaah dan menganalisis sumber-sumber primer maupun sekunder. Hasil dari penelitian ini yakni: Pertama, al-far{\=a}gh merupakan salah satu nikmat besar yang sering diabaikan dan disalahgunakan oleh manusia. Hadis yang menyatakan ?dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengannya adalah kesehatan dan waktu luang? memiliki kualitas shahih dan dapat dijadikan hujjah dalam pengelolaan waktu. Kedua, konsep al-far{\=a}gh memiliki implikasi terhadap pemakaian gadget, di mana waktu adalah amanah yang harus digunakan secara bijak; pemakaian gadget tidak boleh melampaui batas, menyebabkan kelalaian, atau diarahkan pada aktivitas yang tidak produktif. Al-far{\=a}gh idealnya digunakan untuk ibadah, pengembangan diri, dan memberikan manfaat sosial. Ketiga, dalam konteks Society 5.0, gadget menjadi tantangan pemanfaatan waktu luang. Meskipun dapat mendukung pendidikan, komunikasi, dakwah, dan produktivitas, penggunaan yang berlebihan dapat mengalihkan manusia dari nilai-nilai pengelolaan waktu yang diajarkan dalam hadis, sehingga waktu luang sering dihabiskan untuk aktivitas konsumtif yang kurang bermanfaat. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran spiritual dan pengelolaan waktu yang cerdas agar gadget menjadi sarana produktif yang mendukung kualitas hidup dan ibadah, selaras dengan prinsip al-far{\=a}gh. Kata Kunci: Al-Faragh, Hadis Nabi, Gadget, Society 5.0} }