@mastersthesis{digilib76701, month = {March}, title = {MAQA{\d S}ID IBADAH HAJI PERSPEKTIF IBNU ?ASYUR: STUDI TERHADAP TAFSIR AL-TA{\d H}RIR WA AL-TANWIR}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205031098 Muhammad Hosnan Jaini Sanusi}, year = {2026}, note = {Dr. Muhammad Akmaluddin, M.S.I}, keywords = {Maq{\=a}{\d s}id al-Syar{\=i}?ah, Ibadah Haji, Ibnu ?{\=A}sy{\=u}r Tafsir Maq{\=a}{\d s}id{\=i}, al-Ta{\d h}r{\=i}r wa al-Tanw{\=i}r}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76701/}, abstract = {Ibadah haji termasuk salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim yang mampu (istit{\=a}?ah). Ibadah ini memuat dimensi ritual, spiritual, sosial, dan moral secara bersamaan. Namun, kajian tafsir terhadap ayat-ayat seputar haji dalam tradisi keilmuan Islam baik klasik maupun modern masih cendrung fukus kepada aspek fikihritual dan teknis pelaksanaan, sehingga aspek tujuan (maq{\=a}{\d s}id) ibadah haji belum tergarap secara memadai. Berdasarkan problem tersebut, penelitian ini hadir bertujuan untuk mengkaji maq{\=a}{\d s}id ibadah haji secara sistematis melalui pemikiran Ibnu ?{\=A}sy{\=u}r dalam tafsirnya al-Ta{\d h}r{\=i}r wa al-Tanw{\=i}r, serta menelaah urgensi, relevansi, dan kontribusinya terhadap pengembangan tafsir kontemporer yang berbasis maq{\=a}{\d s}id alsyar{\=i}? ah. Kajian ini tergolong kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam analisis digunakan metode tafsir maud{\=u}?{\=i} (tematik) terhadap ayat-ayat haji dengan menggunakan kerangka teori maq{\=a}{\d s}id al-syar{\=i}?ah, mencakup tingkatan dar{\=u}riyy{\=a}t, {\d h}{\=a}jiyy{\=a}t, dan ta{\d h}s{\=i}niyy{\=a}t, konsep ma{\d s}la{\d h}ah serta paradigma tafsir maq{\=a}{\d s}id{\=i}. Sumber data utama dalam kajian ini adalah tafsir al-Ta{\d h}r{\=i}r wa al-Tanw{\=i}r karya Ibnu ?{\=A}sy{\=u}r, tafsir klasik dan kontemporer sebagai literatur pendukung serta dilengkapi dengan karya-karya tentang maq{\=a}{\d s}id al-syar{\=i}?ah sebagai landasan analisisnya. Hasil kajian menunjukkan, bahwa Ibnu ?{\=A}sy{\=u}r memandang ibadah haji sebagai ibadah bersifat multidimensional dan berorentasi pada rialisasi maq{\=a}{\d s}id al-syar{\=i}?ah, yang mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial. Ayat-ayat haji tidak difahami secara sempit dan ritualistik, melainkan diarahkan pada perwujudan kemaslahatah yang bersifat kull{\=i} (menyeluruh). Maq{\=a}{\d s}id ibadah haji meliputi penjagaan agama ({\d h}if{\d z} al-d{\=i}n) melalui pemurnian tauhid, pembentukan etika publik melalu perilaku dan pengelolaan potensi konflik sosial, serta penguatan persatuan umat dan kesadaran kemanusiaan univerversal. Dalam kerangka dar{\=u}riyy{\=a}t, {\d h}{\=a}jiyy{\=a}t, dan ta{\d h}s{\=i}niyy{\=a}t, haji diposiskan sebagai instrument syariat untuk menjaga keteraturan sosial, mewujudkan kemudahan beragama, dan membangun peradaban Islam yang bermartabat. Temuan kajian ini menegaskan, bahwa pemikiran Ibnu ?{\=A}sy{\=u}r memikliki urgensi dan relevansi yang kuat bagi pengembangan tafsir kontemporer, karena mampu menhidarkan penafsiran Alqur?an dari formalisme ritual sekaligus menjembatani teks wahyu dengan dinamika sosial modern. Kontribusi utamanya terletak pada penguatan fondasi metodologis tafsir maq{\=a}{\d s}id{\=i} yang integratif dan konseptual dalam merespons tantangan kontemporer, seperti pengelolaan ibadah haji modern, keadilan sosial, perlindungan lingkungan ({\d h}if{\d z} al-b{\=i}?ah), dan penguatan tata kelola kehidupan bernegara ({\d h}if{\d z} al-dawlah) tampa melepaskan otoritas Al-Qur?an dan al-Sunnah. Kata kunci: Maq{\=a}{\d s}id al-Syar{\=i}?ah, Ibadah Haji, Ibnu ?{\=A}sy{\=u}r Tafsir Maq{\=a}{\d s}id{\=i}, al-Ta{\d h}r{\=i}r wa al-Tanw{\=i}r} }