<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MAQAṢID IBADAH HAJI PERSPEKTIF IBNU ‘ASYUR: STUDI TERHADAP TAFSIR AL-TAḤRIR WA AL-TANWIR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23205031098</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Hosnan Jaini Sanusi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Ibadah haji termasuk salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim&#13;
yang mampu (istitā’ah). Ibadah ini memuat dimensi ritual, spiritual, sosial, dan moral&#13;
secara bersamaan. Namun, kajian tafsir terhadap ayat-ayat seputar haji dalam tradisi&#13;
keilmuan Islam baik klasik maupun modern masih cendrung fukus kepada aspek fikihritual&#13;
dan teknis pelaksanaan, sehingga aspek tujuan (maqāṣid) ibadah haji belum&#13;
tergarap secara memadai. Berdasarkan problem tersebut, penelitian ini hadir bertujuan&#13;
untuk mengkaji maqāṣid ibadah haji secara sistematis melalui pemikiran Ibnu ‘Āsyūr&#13;
dalam tafsirnya al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, serta menelaah urgensi, relevansi, dan&#13;
kontribusinya terhadap pengembangan tafsir kontemporer yang berbasis maqāṣid alsyarī‘&#13;
ah.&#13;
Kajian ini tergolong kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif.&#13;
Dalam analisis digunakan metode tafsir maudū‘ī (tematik) terhadap ayat-ayat haji&#13;
dengan menggunakan kerangka teori maqāṣid al-syarī‘ah, mencakup tingkatan&#13;
darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt, konsep maṣlaḥah serta paradigma tafsir maqāṣidī.&#13;
Sumber data utama dalam kajian ini adalah tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibnu&#13;
‘Āsyūr, tafsir klasik dan kontemporer sebagai literatur pendukung serta dilengkapi&#13;
dengan karya-karya tentang maqāṣid al-syarī‘ah sebagai landasan analisisnya.&#13;
Hasil kajian menunjukkan, bahwa Ibnu ‘Āsyūr memandang ibadah haji sebagai ibadah&#13;
bersifat multidimensional dan berorentasi pada rialisasi maqāṣid al-syarī‘ah, yang&#13;
mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial. Ayat-ayat haji tidak difahami secara&#13;
sempit dan ritualistik, melainkan diarahkan pada perwujudan kemaslahatah yang&#13;
bersifat kullī (menyeluruh). Maqāṣid ibadah haji meliputi penjagaan agama (ḥifẓ al-dīn)&#13;
melalui pemurnian tauhid, pembentukan etika publik melalu perilaku dan pengelolaan&#13;
potensi konflik sosial, serta penguatan persatuan umat dan kesadaran kemanusiaan&#13;
univerversal. Dalam kerangka darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt, haji diposiskan&#13;
sebagai instrument syariat untuk menjaga keteraturan sosial, mewujudkan kemudahan&#13;
beragama, dan membangun peradaban Islam yang bermartabat. Temuan kajian ini&#13;
menegaskan, bahwa pemikiran Ibnu ‘Āsyūr memikliki urgensi dan relevansi yang kuat&#13;
bagi pengembangan tafsir kontemporer, karena mampu menhidarkan penafsiran Alqur’an&#13;
dari formalisme ritual sekaligus menjembatani teks wahyu dengan dinamika&#13;
sosial modern. Kontribusi utamanya terletak pada penguatan fondasi metodologis tafsir&#13;
maqāṣidī yang integratif dan konseptual dalam merespons tantangan kontemporer,&#13;
seperti pengelolaan ibadah haji modern, keadilan sosial, perlindungan lingkungan (ḥifẓ&#13;
al-bī’ah), dan penguatan tata kelola kehidupan bernegara (ḥifẓ al-dawlah) tampa&#13;
melepaskan otoritas Al-Qur’an dan al-Sunnah.&#13;
Kata kunci: Maqāṣid al-Syarī‘ah, Ibadah Haji, Ibnu ‘Āsyūr Tafsir Maqāṣidī, al-Taḥrīr&#13;
wa al-Tanwīr</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Alqur’an dan Tafsir </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>