eprintid: 76701 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/67/01 datestamp: 2026-06-10 04:01:51 lastmod: 2026-06-10 04:01:51 status_changed: 2026-06-10 04:01:51 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Muhammad Hosnan Jaini Sanusi, NIM.: 23205031098 title: MAQAṢID IBADAH HAJI PERSPEKTIF IBNU ‘ASYUR: STUDI TERHADAP TAFSIR AL-TAḤRIR WA AL-TANWIR ispublished: pub subjects: iath divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: Maqāṣid al-Syarī‘ah, Ibadah Haji, Ibnu ‘Āsyūr Tafsir Maqāṣidī, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr note: Dr. Muhammad Akmaluddin, M.S.I abstract: Ibadah haji termasuk salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim yang mampu (istitā’ah). Ibadah ini memuat dimensi ritual, spiritual, sosial, dan moral secara bersamaan. Namun, kajian tafsir terhadap ayat-ayat seputar haji dalam tradisi keilmuan Islam baik klasik maupun modern masih cendrung fukus kepada aspek fikihritual dan teknis pelaksanaan, sehingga aspek tujuan (maqāṣid) ibadah haji belum tergarap secara memadai. Berdasarkan problem tersebut, penelitian ini hadir bertujuan untuk mengkaji maqāṣid ibadah haji secara sistematis melalui pemikiran Ibnu ‘Āsyūr dalam tafsirnya al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, serta menelaah urgensi, relevansi, dan kontribusinya terhadap pengembangan tafsir kontemporer yang berbasis maqāṣid alsyarī‘ ah. Kajian ini tergolong kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam analisis digunakan metode tafsir maudū‘ī (tematik) terhadap ayat-ayat haji dengan menggunakan kerangka teori maqāṣid al-syarī‘ah, mencakup tingkatan darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt, konsep maṣlaḥah serta paradigma tafsir maqāṣidī. Sumber data utama dalam kajian ini adalah tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibnu ‘Āsyūr, tafsir klasik dan kontemporer sebagai literatur pendukung serta dilengkapi dengan karya-karya tentang maqāṣid al-syarī‘ah sebagai landasan analisisnya. Hasil kajian menunjukkan, bahwa Ibnu ‘Āsyūr memandang ibadah haji sebagai ibadah bersifat multidimensional dan berorentasi pada rialisasi maqāṣid al-syarī‘ah, yang mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial. Ayat-ayat haji tidak difahami secara sempit dan ritualistik, melainkan diarahkan pada perwujudan kemaslahatah yang bersifat kullī (menyeluruh). Maqāṣid ibadah haji meliputi penjagaan agama (ḥifẓ al-dīn) melalui pemurnian tauhid, pembentukan etika publik melalu perilaku dan pengelolaan potensi konflik sosial, serta penguatan persatuan umat dan kesadaran kemanusiaan univerversal. Dalam kerangka darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt, haji diposiskan sebagai instrument syariat untuk menjaga keteraturan sosial, mewujudkan kemudahan beragama, dan membangun peradaban Islam yang bermartabat. Temuan kajian ini menegaskan, bahwa pemikiran Ibnu ‘Āsyūr memikliki urgensi dan relevansi yang kuat bagi pengembangan tafsir kontemporer, karena mampu menhidarkan penafsiran Alqur’an dari formalisme ritual sekaligus menjembatani teks wahyu dengan dinamika sosial modern. Kontribusi utamanya terletak pada penguatan fondasi metodologis tafsir maqāṣidī yang integratif dan konseptual dalam merespons tantangan kontemporer, seperti pengelolaan ibadah haji modern, keadilan sosial, perlindungan lingkungan (ḥifẓ al-bī’ah), dan penguatan tata kelola kehidupan bernegara (ḥifẓ al-dawlah) tampa melepaskan otoritas Al-Qur’an dan al-Sunnah. Kata kunci: Maqāṣid al-Syarī‘ah, Ibadah Haji, Ibnu ‘Āsyūr Tafsir Maqāṣidī, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr date: 2026-03-10 date_type: published pages: 171 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: mphil citation: Muhammad Hosnan Jaini Sanusi, NIM.: 23205031098 (2026) MAQAṢID IBADAH HAJI PERSPEKTIF IBNU ‘ASYUR: STUDI TERHADAP TAFSIR AL-TAḤRIR WA AL-TANWIR. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76701/1/23205031098_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76701/2/23205031098_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf