@phdthesis{digilib76720, month = {March}, title = {KESIAPAN DAN SIKAP CALON GURU KIMIA TERHADAP PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK PESERTA DIDIK PENYANDANG DISABILITAS}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104060008 Nani Sukma Wati}, year = {2026}, note = {Jamil Suprihatiningrum, S.Pd.Si., M.Pd.Si., Ph.D.}, keywords = {Pendidikan Kimia Inklusif, Kesiapan Calon Guru, Sikap Guru, Efikasi Diri, Perilaku Terencana, Pedagogi Inklusif, Inklusi STEM}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76720/}, abstract = {Pendidikan inklusif telah menjadi prioritas global yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 dan Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (UNCRPD), yang menekankan akses dan partisipasi yang adil bagi semua peserta didik. Dalam konteks ini, kimia, karena sifatnya yang abstrak dan eksperimental, menghadirkan tantangan unik bagi peserta didik penyandang disabilitas dan membutuhkan guru yang siap secara konseptual, emosional, dan pedagogis. Studi ini meneliti kesiapan dan sikap calon guru kimia terhadap pendidikan kimia inklusif, dengan fokus pada pengaruh gender, pengalaman mengajar, dan latar belakang institusional. Menggunakan desain survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 135 calon guru kimia di empat universitas di Yogyakarta dan Semarang, Indonesia. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner skala Likert yang telah divalidasi untuk mengukur sikap, kesiapan, dan pengetahuan tentang pendidikan inklusif. Analisis data dengan uji Mann?Whitney U digunakan karena distribusi data yang tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta memiliki sikap positif dan pengetahuan konseptual yang kuat tentang pendidikan inklusif (M = 8,50/10; 85,03\%), meskipun tingkat kesiapan mereka masih moderat dan sebagian besar bersifat teoritis. Jenis kelamin secara signifikan memengaruhi sikap, dengan perempuan menunjukkan respons afektif yang lebih tinggi, sementara tidak ada perbedaan yang mencolok di seluruh institusi atau pengalaman mengajar. Dengan menerapkan Teori Efikasi Diri dan Teori Perilaku Terencana, studi ini menyimpulkan bahwa sikap positif dan pemahaman konseptual yang solid membentuk fondasi yang menjanjikan, tetapi kesiapan praktis membutuhkan pengalaman penguasaan yang terstruktur, bimbingan reflektif, dan dukungan institusional. Temuan ini memberikan bukti empiris dan wawasan teoritis dalam mempersiapkan guru sains inklusif, menyoroti pentingnya mengintegrasikan pedagogi inklusif di seluruh kurikulum khusus disiplin ilmu.} }