eprintid: 76722 rev_number: 23 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/67/22 datestamp: 2026-06-10 07:20:11 lastmod: 2026-06-10 07:20:11 status_changed: 2026-06-10 07:20:11 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Farras Janine Sulthana, NIM.: 22103050155 title: PERSEPSI GEN Z MINANGKABAU DI KOTA YOGYAKARTA TERHADAP SISTEM MATRILINEAL DALAM PEWARISAN HARTA PUSAKA TINGGI ispublished: pub subjects: 297.577 divisions: HKI full_text_status: restricted keywords: Sistem Matrilineal, Harta Pusaka Tinggi, Hukum Adat note: Ahmad Syaifudin Anwar, M.H. abstract: Sistem pewarisan Harta Pusaka Tinggi dalam masyarakat Minangkabau yang berlandaskan prinsip matrilineal merupakan salah satu bentuk hukum adat yang masih bertahan dalam sistem hukum pluralistik di Indonesia. Sistem ini menempatkan perempuan sebagai pemegang hak atas harta pusaka kaum, sementara laki-laki berperan sebagai pengelola adat. Namun, perkembangan sosial, modernisasi, serta menguatnya nilai kesetaraan gender di era modern menimbulkan tantangan terhadap relevansi sistem tersebut, khususnya di kalangan generasi muda. Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh dalam lingkungan digital, berpendidikan, dan kritis terhadap isu keadilan sosial memiliki peran penting dalam menentukan keberlanjutan nilai-nilai adat di tengah perubahan zaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap sistem matrilineal dalam pewarisan Harta Pusaka Tinggi serta dampak persepsi tersebut terhadap keberlangsungan sistem pewarisan adat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan teori perception and social change dari Max Weber dan teori sosiologi hukum sebagai kerangka analisis untuk memahami perubahan cara pandang generasi muda serta dinamika keberlakuan hukum adat dalam praktik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis sosiologis dan bersifat deskriptif analitis. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden Generasi Z yang berdomisili di Kota Yogyakarta, sementara data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan yang relevan dengan hukum adat, sistem kewarisan, dan perubahan sosial. Seluruh data di analisis secara kualitatif untuk menggambarkan pola persepsi serta kecenderungan sikap responden terhadap sistem pewarisan matrilineal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z pada umumnya masih mengakui nilai historis dan kultural sistem pewarisan matrilineal Minangkabau sebagai bagian dari identitas adat. Namun, di sisi lain muncul persepsi kritis yang menuntut adanya fleksibilitas dan penyesuaian sistem agar sejalan dengan prinsip keadilan gender dan realitas sosial modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan sistem matrilineal dalam pewarisan Harta Pusaka Tinggi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan tradisi, tetapi juga oleh kemampuannya beradaptasi dengan perubahan sosial dan tuntutan generasi muda, sehingga tetap berfungsi sebagai hukum yang hidup dalam masyarakat. Kata kunci: Sistem Matrilineal, Harta Pusaka Tinggi, Hukum Adat date: 2026-01-29 date_type: published pages: 142 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Farras Janine Sulthana, NIM.: 22103050155 (2026) PERSEPSI GEN Z MINANGKABAU DI KOTA YOGYAKARTA TERHADAP SISTEM MATRILINEAL DALAM PEWARISAN HARTA PUSAKA TINGGI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76722/1/22103050155_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76722/2/22103050155_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf