@phdthesis{digilib76730, month = {February}, title = {ANALISIS SAINTIFIK TERHADAP HADIS ANJURAN PUASA BAGI YANG BELUM MAMPU MENIKAH PERSPEKTIF BIOLOGI DAN PSIKOLOGI}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105050097 Nabgiyah}, year = {2026}, note = {Asrul M.Hum}, keywords = {Hadis, Puasa, Biologi, Psikologi}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76730/}, abstract = {Penelitian ini mengkaji hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan puasa bagi mereka yang belum mampu menikah dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, yaitu perspektif biologi dan psikologi. Hadis tersebut dianalisis terlebih dahulu dari segi redaksi dan keabsahannya melalui metode takhrij hadis, sehingga dapat dipastikan bahwa hadis yang menjadi objek kajian berstatus sahih dan termasuk kategori muttafaq ?alaih. Penelitian ini bertujuan untuk memahami relevansi anjuran puasa dalam hadis tersebut dengan mekanisme pengendalian dorongan seksual dan pengendalian diri berdasarkan temuan ilmu pengetahuan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan sumber data utama berupa kitab hadis dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan di bidang biologi dan psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif biologi, puasa memiliki pengaruh terhadap sistem hormonal dan metabolisme tubuh yang berperan dalam mengendalikan hasrat seksual. Puasa menciptakan kondisi fisiologis yang membantu menurunkan rangsangan biologis tertentu, sehingga berkontribusi dalam menjaga diri (iffah) bagi individu yang belum mampu menikah. Sementara itu, dari perspektif psikologi, puasa berfungsi sebagai latihan self-regulation yang melatih individu untuk mengendalikan dorongan, menunda pemuasan keinginan, serta menjaga kestabilan emosi. Puasa tidak hanya berdampak pada pengendalian lapar dan haus, tetapi juga membentuk disiplin diri dan kemampuan mengelola impuls dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa anjuran puasa dalam hadis Nabi memiliki relevansi yang kuat dengan mekanisme biologis dan psikologis manusia. Puasa dapat dipahami sebagai sarana integratif yang menghubungkan ajaran agama dengan ilmu pengetahuan modern, serta menjadi solusi yang aplikatif dalam menjaga kehormatan diri bagi mereka yang belum mampu menikah. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah studi hadis melalui pendekatan saintifik dan mendorong pengembangan kajian interdisipliner dalam memahami teks-teks keagamaan secara kontekstual. Kata kunci: Hadis, Puasa, Biologi, Psikologi.} }