%0 Thesis %9 Skripsi %A Ummi Wafiatun, NIM.: 18101020038 %B FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA %D 2025 %F digilib:76743 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Piali Pasha; pengepungan Malta; Benteng St. Elmo; Angkatan Laut Utsmani %P 126 %T KEGAGALAN TURKI UTSMANI DALAM PENGEPUNGAN MALTA MASA PEMERINTAHAN SULTAN SULAIMAN I TAHUN 1565 %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76743/ %X Dinasti Turki Utsmani merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar yang mampu bertahan selama berabad-abad dan menjadi basis kekuatan Islam di Eropa bagian timur. Berdiri sejak akhir abad ke-13, Dinasti ini terus berkembang pesat hingga mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman I, yang juga dikenal sebagai Sulaiman al-Qanuni (Sulaiman Sang Pembuat Hukum). Di bawah kepemimpinannya, ekspansi Utsmani mencakup wilayah luas, meliputi tiga benua: Asia, Eropa, dan Afrika. Dengan strategi militer dan diplomasi yang canggih, Sultan Sulaiman berhasil menaklukkan Rhodes pada tahun 1522 yang sebelumnya dikuasai oleh Ksatria Malta. Keberhasilan ini menjadikan Utsmani semakin kuat di wilayah Mediterania, namun menciptakan musuh baru di Malta, di mana para ksatria yang terusir menemukan pangkalan baru mereka. Setelah terusir dari Rhodes, para ksatria menetap di Malta dan menggunakan pulau tersebut sebagai markas untuk menentang dominasi Utsmani di Laut Tengah. Ksatria-ksatria ini, yang sebagian besar berasal dari keluarga bangsawan Eropa, merasa terhina oleh kekalahan mereka dan memutuskan untuk membalas dendam. Mereka mulai melakukan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal dagang Utsmani yang melintasi Laut Tengah, mengganggu jalur perdagangan penting antara Anatolia dan Afrika. Aktivitas pembajakan ini menimbulkan ancaman serius bagi perekonomian dan stabilitas wilayah kekuasaan Utsmani. Selain itu, Malta juga dianggap sebagai benteng Kristen yang strategis, menjadi ancaman bagi rencana Utsmani untuk memperluas pengaruhnya ke wilayah Italia dan seluruh Eropa melalui Sisilia. Di puncak kekuasaannya, Sultan Sulaiman memutuskan untuk mengakhiri ancaman ini dengan mengarahkan pasukannya untuk menaklukkan Malta pada tahun 1565. Namun, ekspedisi ini berakhir dengan kekalahan besar bagi Utsmani. Kegagalan dalam Pengepungan Malta tidak hanya mengguncang citra militer Utsmani, tetapi juga berdampak signifikan pada kekuatan mereka di Eropa. Penelitian ini menggunakan pendekatan politik dengan teori strategi perang dari Carl van Clausewitz untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan ini. Melalui metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menggali lebih dalam mengenai dampak politik dan militer dari kegagalan Pengepungan Malta bagi Dinasti Utsmani. %Z Dr. Syamsul Arifin, S.Ag. M.Ag.