TY - THES N1 - Dr. Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D. ID - digilib76758 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76758/ A1 - Amira Nuzha Auliya, NIM.: 22105030072 Y1 - 2026/03/05/ N2 - Penelitian ini mengkaji resepsi eksegesis QS. Al-Isr?? ayat 45 dan QS. Al-Kahfi ayat 97 dalam praktik Terapi Qur?an pada komunitas Forum Terapi Qur?an (FTQ). Dalam kitab tafsir klasik, pertengahan, maupun kontemporer, kedua ayat tersebut pada umumnya tidak dimaknai secara eksplisit sebagai ayat perlindungan dari gangguan jin. QS. Al-Isr?? ayat 45 dipahami sebagai penghalang antara Nabi Muhammad dan orang-orang yang menolak Al-Qur?an, sedangkan QS. Al-Kahfi ayat 97 menjelaskan kekuatan dinding yang dibangun oleh Dzulqarnain sehingga tidak dapat didaki maupun dilubangi oleh Ya?juj dan Ma?juj. Namun dalam praktik Terapi Qur?an di FTQ, kedua ayat ini digunakan sebagai bagian dari rangkaian bacaan Ruqyah Ind??r Da?aw? (RID) sebagaimana dijelaskan dalam buku Ikhtiar Terapi Qur?an karya Riyadh Rosyadi. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pemaknaan dari fungsi teologis-historis menuju fungsi terapeutik dalam praktik keagamaan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif-interpretatif dengan pendekatan Living Qur?an. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap beberapa kitab tafsir seperti J?mi? al-Bay?n karya Al-Tabari, Al-Kasysy?f karya Al-Zamakhshari, serta Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, buku pedoman Ikhtiar Terapi Qur?an pada Forum Terapi Qur?an. data dari teks-teks tersebut dipadukan dengan data hasil penelitian lapangan melalui observasi, wawancara dengan Riyadh Rosyadi, pendiri FTQ, dan analisis dokumen dari media berupa Youtube dan Blogspot tentang praktik Terapi Qur?an. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi menggunakan kerangka teori resepsi eksegesis yang mencakup aspek informatif dan performatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata ?hijaban masturan? dalam QS. Al-Isr?? ayat 45 dipahami sebagai makna simbolik dari penghalang orang-orang kafir dari Al-Qur?an atau kebenaran menjadi penghalang makhluk gaib, sedangkan QS. Al-Kahfi ayat 97 dipahami sebagai simbol benteng perlindungan yang kokoh. Landasan makna yang demikian menunjukkan adanya transformasi makna dari ranah teologis-historis dalam tafsir menuju ranah fungsional-terapeutik dalam praktik Terapi Qur?an di FTQ, kedua ayat tersebut diresepsi sebagai bentuk perlindungan dari gangguan jin melalui proses reinterpretasi yang menghubungkan makna teks dengan pengalaman praktik terapi. Temuan ini menunjukkan ayat Al-Qur?an tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga diaktualisasikan sesuai dengan kebutuhan praktis. Kata kunci: Resepsi Eksegesis, Terapi Qur?an, QS. Al-Isr?? 45, QS. Al-Kahfi 97 PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Resepsi Eksegesis KW - Terapi Qur?an KW - QS. Al-Isr?? 45 KW - QS. Al-Kahfi 97 M1 - skripsi TI - RESEPSI EKSEGESIS QS AL-ISR?? AYAT 45 DAN AL-KAHFI AYAT 97 PADA KOMUNITAS FORUM TERAPI QUR?AN AV - restricted EP - 114 ER -