<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS YURIDIS TERHADAP HAK PENGELOLAAN DI WILAYAH&#13;
PESISIR DAN PULAU PULAU KECIL DI INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22103040088</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Da'i Abdillah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi dengan Pengelolaan wilayah pesisir dan&#13;
pulau-pulau kecil yang menghadapi tantangan hukum multidimensional, termasuk&#13;
ketidakjelasan status hukum Hak Pengelolaan dan masalah penerbitan sertifikat hak&#13;
kebendaan di wilayah laut. Penelitian ini menganalisis kedudukan hukum Hak&#13;
Pengelolaan wilayah laut ditinjau dari Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 jo&#13;
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan&#13;
Pulau-Pulau Kecil, serta mengidentifikasi upaya-upaya untuk mencegah penerbitan&#13;
sertifikat selain Hak Pengelolaan di wilayah laut.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan&#13;
pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan analisis&#13;
(analysis approach). Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Dasar 1945,&#13;
UUPA 1960, UU 27/2007, UU 1/2014, dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun&#13;
2021. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan&#13;
pendekatan teori kepastian hukum Radbruch, teori hak menguasai negara, dan teori&#13;
sistem hukum Friedman.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hak Pengelolaan dalam UU 1/2014&#13;
merupakan transformasi dari Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) dalam UU&#13;
27/2007, dengan perubahan mendasar pada orientasi penguasaan dan&#13;
pemanfaatannya. Namun, masih terdapat ketidakharmonisan antara UUPA 1960&#13;
dan UU 1/2014 yang membuka ruang penerbitan HGB atau SHM di wilayah laut,&#13;
bertentangan dengan prinsip pengelolaan pesisir. Penelitian ini merekomendasikan&#13;
upaya komprehensif melalui harmonisasi regulasi, penguatan koordinasi&#13;
institusional, perbaikan prosedur operasional, serta penegakan hukum dan&#13;
peningkatan kesadaran hukum masyarakat secara berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Hak Pengelolaan, Wilayah Pesisir, Izin Pengelolaan, Harmonisasi&#13;
Hukum, Koordinasi Institusi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">340 Ilmu Hukum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>