%0 Thesis %9 Skripsi %A Salma Dian Naifah, NIM.: 22104080050 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:76762 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Modul Bahan Ajar, Augmented Reality (AR), Pembelajaran IPAS %P 131 %T PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) PADA MATERI SEJARAH KERAJAAN HINDU, BUDDHA, DAN ISLAM DI KELAS IV SD/MI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76762/ %X Pembelajaran sejarah dalam mata pelajaran IPAS di sekolah dasar masih bergantung pada buku teks utama yang didominasi teks dan minim visualisasi gambar. Selain itu, penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi juga masih jarang digunakan. Sehingga pembelajaran kurang menarik, dan menyebabkan murid mudah merasa jenuh. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang lebih menarik, interaktif yang dapat mendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik modul berbasis Augmented Reality (AR), mengetahui tingkat kelayakan dan mengetahui respon keterbacaan praktisi dan calon pegguna terhadap modul berbasis AR pada materi sejarah kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam kelas IV. Penelitian ini merupakan jenis penelitian research and development (R&D) dengan model pengembangan 4-D meliputi define, (mendefinisikan), design (mendesain), development (mengembangkan), dan disseminate (menyebarluaskan), namun penelitian ini dibatasi sampai tahap development. Instrumen penelitian berupa angket skala likert untuk penilaian ahli materi dan ahli media. Selain itu juga menggunakan angket skala guttman untuk melihat respon keterbacaan guru dan peserta didik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan persentase untuk menentukan tingkat kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk modul berbasis Augmented Reality (AR) memperoleh kategori “sangat layak” berdasarkan penilaian ahli. Penilaian ahli materi mendapat skor 191 dari 200 dengan persentase 95,50%. Sedangkan penilaian ahli media memperoleh skor 160 dari 180 dengan persentase 89%. Rata-rata penilaian dari kedua ahli menunjukkan persentase sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Selain itu hasil respon keterbacaan guru memperoleh skor 19 dari 20 dengan persentase 95%, sedangkan respon keterbacaan peserta didik memperoleh skor 202 dari 210 dengan persentase 96%. Dengan demikian, modul berbasis Augmented Reality (AR) mampu membantu peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. %Z Dr. M. Saidul Muzakki, S.Pd.I., M.Pd.