    {
      "department": "PASCASARJANA",
      "subjects": [
        "psik_pend"
      ],
      "eprintid": 76774,
      "thesis_type": "skripsi",
      "date": "2026-01-13",
      "userid": 12241,
      "documents": [
          {
            "language": "id",
            "placement": 1,
            "eprintid": 76774,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-06-11 06:47:08",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1831149,
                  "objectid": 1057127,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1831149",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "89bc866e87cc8061bcd050c3e85306b2",
                  "filesize": 2956519,
                  "filename": "23200012043_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1057127",
            "main": "23200012043_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1057127,
            "format": "text",
            "security": "public",
            "pos": 1,
            "formatdesc": "AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE"
          },
          {
            "language": "id",
            "placement": 2,
            "eprintid": 76774,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-06-11 06:47:11",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1831152,
                  "objectid": 1057128,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1831152",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "e7d267ea8e2a511e3bb74af07cc5177a",
                  "filesize": 6195312,
                  "filename": "23200012043_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1057128",
            "main": "23200012043_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1057128,
            "format": "text",
            "security": "validuser",
            "pos": 2,
            "formatdesc": "AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE"
          }
      ],
      "rev_number": 19,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "NIM.: 23200012043",
            "honourific": null,
            "family": "Nur Chamidah"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/67\/74",
      "keywords": "ambivalensi, prinsip moral, semiotika, serial, drama",
      "lastmod": "2026-06-11 06:50:58",
      "ispublished": "pub",
      "metadata_visibility": "show",
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-06-11 06:50:58",
      "datestamp": "2026-06-11 06:50:58",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/76774",
      "thesis_name": "other",
      "note": "Dr. Roma Ulinnuha, S.S.,M.Hum",
      "full_text_status": "restricted",
      "contact_email": "sophanshofwan@gmail.com",
      "divisions": [
        "psi_pendis"
      ],
      "abstract": "Ambivalensi prinsip moral muncul ketika individu menghadapi konflik antara dua nilai yang sama-sama penting namun saling bertentangan. Dalam konteks sistem peradilan anak, fenomena peningkatan kenakalan remaja di Korea Selatan dan Indonesia memaksa para hakim menghadapi dilema antara melindungi hak pelaku dengan memenuhi keadilan bagi korban, menciptakan ketegangan psikologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis representasi ambivalensi prinsip moral dalam serial drama Juvenile Justice menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes terhadap episode 6-10, didukung data angket dari 10 responden remaja usia 14-17 tahun untuk validasi empiris. Penelitian berargumen bahwa ambivalensi prinsip moral bukan pilihan biner melainkan grey area yang memerlukan pengelolaan psikologis, dan serial merepresentasikan hal ini melalui dilema moral para hakim. Hasil menunjukkan lima bentuk ambivalensi berdasarkan Moral Foundations Theory: Fairness vs Loyalty, Authority vs Care, Loyalty vs Fairness, Authority vs Fairness, dan Care vs Fairness. Melalui analisis semiotika dengan tiga level pemaknaan yaitu denotasi, konotasi, mitos dan tiga kode naratif yaitu hermeneutik, proairetik, simbolik. Penelitian menemukan bahwa respons maladaptif berupa manipulasi dan rasionalisasi menciptakan disonansi kognitif dan fragmentasi psikologis, sementara respons adaptif berupa transparansi bias dan komitmen prosedural memungkinkan individu mengelola ketegangan tanpa kehancuran identitas. Ambivalensi prinsip moral harus dikelola dengan kesadaran reflektif, bukan dihindari melalui penyangkalan diri yang justru memperburuk konflik internal.\r\nKata Kunci: ambivalensi, prinsip moral, semiotika",
      "type": "thesis",
      "title": "AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE",
      "institution": "UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA",
      "pages": 155
    }