<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMANFAATAN BONGGOL NANAS (Ananas comosus&#13;
(L) Merr.) MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK DAN&#13;
FERMENTASI MIKROBA SEBAGAI KANDIDAT&#13;
PEMANIS RENDAH KALORI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.:  21106040059</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fatkhiya Rahmawati Fauziah Hidayat</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Limbah bonggol nanas ( Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan hasil samping&#13;
agroindustri yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bonggol nanas memiliki&#13;
kandungan lignoselulosa dan gula yang berpotensi sebagai bahan baku pemanis&#13;
rendah kalori. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan&#13;
senyawa hasil fermentasi bonggol nanas menggunakan Saccharomyces cerevisiae&#13;
dan Lactobacillus plantarum sebagai kandidat pemanis rendah kalori. Bonggol&#13;
nanas terlebih dahulu dihidrolisis secara enzimatik menggunakan enzim selulase&#13;
kemudian difermentasi secara terpisah oleh masing-masing mikroba. Hasil&#13;
fermentasi dimurnikan dan dianalisis menggunakan Liquid Chromatography–High&#13;
Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Hasil analisis menunjukkan bahwa&#13;
fermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae menghasilkan senyawa trehalosa&#13;
sebagai metabolit utama. Sementara itu, fermentasi oleh Lactobacillus plantarum&#13;
menghasilkan senyawa aspartyl-phenylalanine serta trehalosa dalam jumlah&#13;
terbatas. Trehalosa memiliki tingkat kemanisan lebih rendah dibandingkan sukrosa&#13;
namun memberikan respons glikemik yang lebih ringan, sedangkan aspartylphenylalanine&#13;
merupakan senyawa dipeptida dengan intensitas kemanisan tinggi&#13;
dan kandungan kalori rendah. Berdasarkan hasil tersebut, limbah bonggol nanas&#13;
berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku pemanis rendah kalori&#13;
melalui pendekatan bioproses berbasis hidrolisis enzimatik dan fermentasi&#13;
mikroba.&#13;
Kata Kunci: Bonggol Nanas, Fermentasi, Pemanis, Saccharomyces cerevisiae,</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Biologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>