eprintid: 76804 rev_number: 17 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/68/04 datestamp: 2026-06-12 06:17:35 lastmod: 2026-06-12 06:17:35 status_changed: 2026-06-12 06:17:35 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Khoirur Romadoni, NIM.: 22108010034 title: DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PADA 15 KABUPATEN DENGAN IPM TERENDAH DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017-2024 ispublished: unpub subjects: eko_sya divisions: ejour full_text_status: restricted keywords: Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, PDRB Perkapita, Kemiskinan, Regresi Data Panel note: Dhiyaul Aulia Zulni, M.E. abstract: Indeks Pembangunan Manusia didefinisikan sebagai indikator yang mencerminkan taraf hidup manusia pada setiap daerah. Walaupun capaian IPM nasional meningkat konsisten setiap tahunnya dari tahun 2017-2024, akan tetapi IPM pada tingkat regional masih menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Provinsi Jawa Timur menunjukkan ketimpangan IPM di setiap daerahnya anatara daerah-daerah maju dan daerah tertinggal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis determinan IPM pada 15 kabupaten memiliki IPM terendah di Provinsi Jawa Timur, yaitu Blitar, Bojonegoro, Trenggalek, Pasuruan, Tuban, Pacitan, Bondowoso, Situbondo, Jember, Pamekasan, Probolinggo, Lumajang, Sumenep, Bangkalan dan Sampang. Variabel independen yang dianalisis meliputi upah minimum, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, PDRB perkapita serta kemiskinan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder, yang dimana data tersebut didapatkan dari Badan Pusat Statistik dari tahun 2017-2024. Regresi data panel merupakan Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dan terdapat tiga model, yaitu Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Model terbaik yang digunakan adalah FEM dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum, TPAK dan PDRB perkapita berpengaruh positif signifikan terhadap IPM, sedangkan Kemiskinan berpengaruh negatif signifikan terhadap IPM. Tingginya nilai R-Squared membuktikan bahwa keempat variabel bebas tersebut mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap IPM secara besar. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran untuk meningkatkan pembangunan manusia khususnya pada 15 kabupaten dengan capaian IPM terendah di Provinsi Jawa Timur, karena daerah-daerah ini paling membutuhkan perhatian yang khusus. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, PDRB Perkapita, Kemiskinan, Regresi Data Panel date: 2026-03-06 date_type: published pages: 128 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Khoirur Romadoni, NIM.: 22108010034 (2026) DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PADA 15 KABUPATEN DENGAN IPM TERENDAH DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017-2024. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76804/1/22108010034_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76804/2/22108010034_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf