<mets:mets OBJID="eprint_76822" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-06-17T06:07:04Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_76822_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>REINTERPRETASI MAKNA KHALIFAH DALAM TAFSIR EKOLOGI KEMENTERIAN AGAMA RI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KABUPATEN MERANGIN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031069</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wildan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologis yang kian memprihatinkan, khususnya kerusakan lingkungan akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Fenomena ini tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi dan lemahnya regulasi, tetapi juga berkaitan dengan cara pandang teologis manusia terhadap alam. Konsep khalīfah dalam Al-Qur’an, selama ini sering dipahami sebagai legitimasi dominasi manusia atas alam. Hal tersebut perlu dilakukan reinterpretasi yang lebih kontekstual dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk reinterpretasi makna khalīfah dalam Tafsir Ayat-ayat Ekologi Kementerian Agama RI serta mengkaji relevansinya terhadap kerusakan lingkungan akibat PETI di Kabupaten Merangin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kontekstual dan ekoteologi Islam. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Ayat-ayat Ekologi Kementerian Agama RI, sedangkan sumber data sekunder berupa kitab-kitab tafsir klasik, buku, jurnal, tesis, disertasi, serta data terkait kerusakan lingkungan akibat PETI di Kabupaten Merangin. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara terbatas dengan pihak terkait. Analisis data menggunakan Teknik analisis isi (content analysis) kemudian disajikan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi makna khalīfah dalam Tafsir Ayat-ayat Ekologi Kementerian Agama RI mengalami perkembangan makna dan paradigma dari dimensi teologis ke dimensi ekoteologis yang bersifat komplementer. Dalam tafsir klasik, seperti al-Ṭabarī, al-Qurṭubī, Ibn Kaṡīr, al-Rāzī, al-Zamakhsyarī dan beberapa mufassir lainnya, memberikan fondasi normatif mengenai kepemimpinan dan tanggung jawab moral manusia sebagai pengganti/penerus/wakil Allah di bumi, sementara tafsir ekologi Kemenag RI memperluasnya menjadi tanggung jawab ekologis untuk menjaga dan merawat bumi dari kerusakan dan keberlanjutan sebagai konsekuensi teologis dari mandat kekhalifahan. Penelitian ini juga menemukan bahwa konsep khalīfah dalam Tafsir Ekologi Kemenag RI memiliki relevansi yang erat terhadap persoalan kerusakan lingkungan akibat PETI di Kabupaten Merangin. Krisis ekologis dipahami bukan semata-mata sebagai persoalan teknis lingkungan, tetapi sebagai krisis moral manusia dalam menjalankan amanah kekhalifahan. Praktik PETI dipahami sebagai bentuk fasād fī al-arḍ karena mengabaikan prinsip keberlanjutan, merusak ekosistem, mencemari lingkungan, serta menjadi bentuk pengkhianatan terhadap mandat kekhalifahan yang menuntut manusia menjaga dan memakmurkan bumi. Dengan demikian, Reinterpretasi konsep khalīfah melalui pendekatan ekoteologis dan kontekstual memberikan landasan etis-religius dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat serta menawarkan pendekatan kultural-religius sebagai alternatif dalam merespons krisis lingkungan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa krisis ekologis pada hakikatnya merupakan krisis kesadaran manusia terhadap tujuan penciptaannya sebagai khalīfah di bumi. Ketika konsep khalīfah dipahami sebagai amanah ilahiah, maka pelestarian lingkungan menjadi manifestasi tanggung jawab keimanan dan praktik keberagamaan yang berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-27</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_76822"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_76822_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_76822_1057227_1" SIZE="5541853" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76822/1/24205031069_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76822/1/24205031069_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_76822_1057228_1" SIZE="4774475" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76822/2/24205031069_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76822/2/24205031069_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_76822_mods" ADMID="TMD_eprint_76822"><mets:fptr FILEID="eprint_76822_document_1057227_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_76822_document_1057228_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>