%A - Siti Hauraa Nafiisa %A - Samsul Hadi %T ANALISIS MAQĀṢID ASY-SYARῙ’AH TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI DALAM PENGASUHAN ANAK TUNANETRA DI YAYASAN YAKETUNIS YOGYAKARTA %X Tantangan pengasuhan/ hadhanah anak tunanetra di era teknologi saat ini menjadi isu penting, Dalam Islam, hadhanah dilakukan sebagai upaya utama untuk menjamin hak dan perlindungan anak dan mewujudkan kesuksesan di masa yang akan datang. Pemanfaatan teknologi dalam pengasuhan anak tunanetra tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hadanah, tetapi juga memastikan terpenuhinya hak-hak anak sesuai prinsip hukum keluarga Islam. Di Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) Yogyakarta, penerapan teknologi menjadi fokus kajian, terutama dilihat dari perspektif maqashid syari’ah yang menekankan kesejahteraan dalam kehidupan. Pengasuhan anak tunanetra di Yaketunis Yogyakarta tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar saja baik yang sifat pemenuhan kebutuhan pokok seperti makan, tapat tinggal dan pakaian, tetapi juga aspek lainnya seperti pembentukkan sikap religiusitas, karakter dan kepeduliaan sosial. Lebih dari itu yayasan ini melakukan usaha untuk menjadikan anak asuhnya memiliki kemampuan yang diharapkan bisa menjadi mandiri. Dalam merealisasikan visi ini, yayasan memberikan fasilitas seperti pelatihan menggunakan huruf braille, laboratorium teknologi dan komunikasi, tongkat elektrik dan smartphone. Meskipun pemanfaatan teknologi masih terbatas, metode pengasuhan yang diterapkan seperti penggunaan braille dan smartphone, berhasil menciptakan lingkungan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan anak dan mengembangkan potensi secara maksimal. Pola asuh ini sesuai dengan maqashid syari’ah yaitu ḥifdh ad-din (menjaga agama), ḥifdh al-nafs (menjaga jiwa), ḥifdh al-'aql (menjaga akal), ḥifdh al-nasl (menjaga keturunan), serta ḥifdh al-māl (menjaga harta). %K Pengasuhan, Hadhanah, Inovasi Teknologi, Anak Tunenetra, Yayasan Yaketunis %D 2026 %C Yogyakarta %I Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Sunan Kalijaga %L digilib76896